Menyusuri Maluku Lewat Benteng-Benteng Megahnya

Dikenal sebagai salah satu pusat penghasil rempah di dunia sejak ratusan tahun lalu membuat Maluku menjadi rebutan banyak bangsa.

Portugis, Spanyol, dan Belanda sudah mulai berebut kawasan Maluku sejak lebih dari 500 tahun lalu. Pasalnya, kawasan ini dikenal sebagai penghasil rempah terbaik di dunia. Siapapun bangsa yang bisa menguasai kawasan Maluku sudah pasti mampu meraup untung besar dari perdagangan rempah.

Tak ayal jika mereka berlomba untuk mempertahankan kekuasaannya di Maluku. Salah satu usaha pertahanannya tentu dengan membangun benteng-benteng megah yang akan melindungi mereka manakala bangsa lain datang untuk merebut Maluku.

Ratusan tahun kemudian, setelah Maluku bergonta-ganti penguasa dan bangsa Indonesia berdiri, benteng-benteng megah ini masih berdiri megah. Ada lebih dari 30 benteng di sekitar Maluku yang masih terjaga dengan baik.

Dengan banyaknya koleksi benteng kuno ini, tentu tak lengkap rasanya jika wisata ke Maluku tidak mengunjungi benteng bersejarah.


Benteng Belgica
Bisa dibilang, benteng inilah yang paling tua dan paling besar di Maluku. Ia dibangun lebih dari 400 tahun lalu, tepatnya di tahun 1611. Benteng Belgica terletak di Kecamatan Banda Neira, desa Neira.

Dibangun atas prakarsa Gubernur Jenderal Hindia Belanda Pieter Van Both, Belgica berfungsi untuk pertahanan dari bangsa musuh dan perlawanan masyarakat Banda.


Benteng Concordia
Masih di Pulau Banda, Benteng Concordia didirikan oleh bangsa Portugis pada 1630. Selain berfungsi untuk mengawasi musuh yang datang dari lautan lepas, benteng ini juga berfungsi untuk mengawasi perkebunan di sisi timur Pulau Banda Besar.

Benteng yang oleh masyarakat sekitar dikenal juga dengan nama Benteng Waer ini sempat rusak dan hampir ambruk lantaran abrasi air laut yang menggerus datarannya.


Fort Amsterdam
Awalnya benteng ini bernama Blokhuis Amsterdam. Letaknya di Desa Hila, kecamatan Leihitu. Dibangun tahun 1637, Fort Amsterdam sekilas terlihat seperti rumah biasa dengan tiga lantai.

Bentuknya hanya segi empat, sangat sederhana. Namun, benteng ini memiliki fungsi yang cukup vital bagi Belanda. Sebab, ia bertugas untuk mengintai musuh yang datang dari arah laut.


Benteng Duurstede
Benteng ini terbilang mudah dicapai saat berkunjung ke Maluku. Letaknya di Ujung Saparua, hanya 30 menit dari dermaga Porto di Pulau Saparua. Duurstede dibangun tahun 1676 oleh Portugis. Namun di tengah pembangunannya, Belanda berhasil masuk dan merebut benteng hingga resmi beroperasi tahun 1690.

Benteng Duurstede masih menyimpan beragam meriam di tempat aslinya. Keberadaan meriam ini adalah bukti bahwa benteng dibangun untuk mempertahankan kekuasaan Belanda dari tangan bangsa lain. Selain itu, Duurstede juga menjadi tempat penyimpanan pala dan cengkeh sebelum dikirimkan ke Belanda.


Benteng Hollandia
Sebenarnya ada dua benteng yang bernama Hollandia di kawasan Maluku, yaitu Benteng Hollandia Banda Neira dan Hollandia Saparua. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu menjadi benteng pertahanan dan tempat penyimpanan rempah Belanda.

Namun, Benteng Hollandia Banda Neira sebenarnya hanya berfungsi sebagai benteng sementara saat Gubernur Jenderal Jan Pieter Zoen Coen membangun benteng lain di tepi laut Banda.