Menyusuri Air Hitam di Taman Nasional Sabangau

Taman Nasional Sabangau terkenal dengan air sungainya yang berwarna hitam, pekat seperti kopi, sehitam tinta. Gelapnya air sungai lantaran tingginya kandungan tanin, senyawa yang keluar dari tanah serta rawa gambut di perairan Kalimantan Tengah ini.

Taman Nasional Sabangau berada di antara Sungai Sebangau dan Sungai Katingan yang membelah hutan tropis Kalimantan Tengah. Secara administratif, Taman Nasional Sebangau terletak di Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya.

Selain terkenal sebagai habitat asli orangutan dan alamnya yang masih alami, Taman Nasional Sabangau juga terkenal dengan keunikan air sungainya yang berwarna hitam pekat seperti kopi, sehitam tinta. Tenang, gelapnya air sungai ini bukan disebabkan pencemaran limbah, tapi lantaran  tingginya kandungan tanin, sejenis senyawa yang keluar dari tanah serta rawa gambut di perairan Taman Nasional Sabangau ini.


Wisata Air Hitam
Kawasan Taman Nasional Sabangau, bisa ditelusuri dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan speedboat, sekitar 15 menit dari Dermaga Kereng Bangkirai, Kota Palangkaraya. Apabila memasuki musim kemarau, biasanya dapat ditempuh dengan menggunakan getek untuk waktu sekitar satu jam.

Waktu yang paling tepat jika ingin menelusuri air hitam ini adalah saat musim hujan, berkisar antara Desember - Februari. Banyaknya debit air akan membawa Sobat Pesona berkeliling tanpa harus trekking di beberapa tempat.

Untuk masuk ke areal dermaga ini,  hanya perlu merogoh kocek Rp 5 ribu saja. Tapi harga  tersebut belum termasuk harga sewa perahu jika Sobat Pesona ingin menyusuri kawasan wisata air hitam. Sedangkan, untuk menelusuri kawasan taman nasional atau pun Sungai Koran, harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 450 ribu dan biaya sewa getek dan Rp 150 ribu untuk bayar pemandu. Begitu juga jika hendak terus ke lokasi Batu Ampar.

Biasanya wisatawan asing atau pun wisatawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini, lebih betah berlama-lama menelusuri keasrian alam di pedalaman Taman Nasional Sabangau, dan paling suka melakukan trekking agar lebih dekat dan menemukan banyak hal menarik ketika menyambangi kawasan hutan tropis Kalimantan ini.

Seperti dapat melihat orangutan, karena biasanya mulai pukul 15.00 WIB, orangutan mengumpulkan dedaunan untuk dijadikan kasur yang tidur di lokasi berbeda setiap malam. Sungai Koran berbatasan langsung dengan hutan belantara menjadi ekosistem bagi orangutan dan satwa liar lainnya.

Obyek wisata di kawasan Kereng Bangkirai ini, menjadi salah satu tujuan wisatawan yang banyak diminati karena pemandangan dan panorama alam sekitarnya. Apalagi akses menuju obyek wisata ini hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Palangkaraya.

Makin menarik, di lokasi Sungai Sabangau terkadang muncul binatang melata buaya yang menghuni rawa-rawa di seberang dermaga yang dipakai sebagai objek wisata. Jadi, hati-hati ya...


Foto : Tiva