Lima Fakta Tentang Monas yang Belum Kamu Ketahui

Sobat Pesona pasti tahu bahwa Monas berada tepat di tengah-tengah kota Jakarta, tepatnya di Lapangan Merdeka. Selain menyimpan sejarah kemerdekaan Indonesia, Monas memiliki beberapa fakta menarik yang mungkin Sobat Pesona belum tahu.

Monas atau Monumen Nasional merupakan lambang Jakarta yang paling dikenal. Jika dilihat dari peta, Sobat Pesona pasti tahu bahwa Monas berada tepat di tengah-tengah kota Jakarta, tepatnya di Lapangan Merdeka. Selain menyimpan sejarah kemerdekaan Indonesia, Monas memiliki beberapa fakta menarik yang mungkin Sobat Pesona belum tahu. Apa saja, ya?


1. Didirikan pada 17 Agustus 1961
Bangunan setinggi 132 meter ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia saat kemerdekaan pada 1945. Pada awal proses pembangunan, banyak yang tidak setuju karena dianggap akan menghabiskan banyak dana dan waktu, yaitu selama 14 tahun.

Namun, di tengah segala tantangan tersebut, Monas terus dibangun dan dibuka untuk umum oleh Presiden Soekarno pada 12 Juli 1975. Berdiri tegak hingga sekarang, Monas kini menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota dan internasional.


2. Lambang lingga dan yoni
Bentuk Monas berasal dari ide Presiden Soekarno dari Lingga dan Yoni. Lingga adalah tanda kelaki-lakian yang melambangkan kesuburan. Sementara Yoni merupakan landasan obelisk yang melambangkan perempuan yang feminin. Monas juga sering disandingkan dengan alu dan lesung untuk menumbuk padi.


3. Berganti-ganti nama
Sebelum dikenal dengan sebutan Monas, bangunan ini sempat disebut Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan Taman Monas. Setelah lima kali berganti nama, akhirnya dipilih nama Monumen Nasional alias Monas untuk bangunan ini.


4. Bentuk bangunan dan Lidah Api
Dasar bangunan Monas berada di kedalam 8 meter dengan tinggi pelataran cawan dari dasar mencapai 17 meter. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar berukuran 45x45 meter. Elevator disediakan untuk membawa pengunjung ke puncak Monas di ketinggian 115 meter. Puncak Monas berukuran 11x11 dan kita bisa melihat pemandangan kota Jakarta dari ketinggian ini.

Di bagian atas, terdapat cawan yang menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kilogram. Bagian yang disebut dengan Lidah Api ini berukuran 14 meter dan berdiameter 6 meter yang terdiri dari 77 bagian yang disatukan.


5. Penyumbang emas untuk Monas
Seorang saudagar kaya bernama Teuku Markam dari Aceh menyumbang 28 kilogram emas untuk melapisi Lidah Api. Total berat emas pada Lidah Api 35 kilogram. Namun, tepat pada ulang tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-50, lapisan emas pada Lidah Api ditambah lagi beratnya hingga 50 kilogram.