Lima Fakta Menarik Rendang

Sobat Pesona pasti setuju jika rendang memang hidangan yang lezat. Bahkan, tak sedikit dari kita yang mengkonsumsi rendang sebagai makanan sehari-hari, tidak hanya saat Hari Raya Idul Fitri saja.

Sobat Pesona pasti setuju jika rendang memang hidangan yang lezat. Bahkan, tak sedikit dari kita yang mengkonsumsi rendang sebagai makanan sehari-hari, tidak hanya saat Hari Raya Idul Fitri saja. Nah, setelah tahu lezatnya rasa rendang, yuk, kita lihat fakta-fakta soal hidangan ini.


1. Dulunya hanya untuk bangsawan
Sebelum menjadi makanan sehari-hari seperti sekarang ini, rendang dulunya disajikan hanya kepada kaum bangsawan. Selain karena bahan utamanya yang mahal, yaitu daging sapi, ayam, bebek, kambing, itik hingga kerbau. Kelapa yang digunakan adalah kelapa tua yang berkualitas. Kelapa tua mampu memberikan cita rasa yang gurih dan nikmat dari santan. Konon, rendang sudah ada sejak abad ke-8 yaitu pada masa Kerajaan Adityawarman.


2. Proses memasak yang lama
Sebelum ada kompor seperti sekarang, masyarakat Minang menggunakan tungku api untuk memasak rendang. Ternyata, penggunaan tungku juga sangat berpengaruh kepada rasa rendang karena bumbu akan benar-benar matang dan meresap ke dalam daging dengan sempurna.

Ketika memasak dengan tungku, biasanya rendang butuh waktu hampir seharian untuk benar-benar kering dan matang. Namun, dengan adanya kompor seperti sekarang ini, rendang akan matang dalam waktu 5 hingga 8 jam.


3. Makna rendang
Rendang ternyata memiliki filosofi sendiri berdasarkan bahan-bahan yang digunakan. Daging melambangkan Niniak Mamak (para pemimpin suku adat), karambia (kepala) sebagai lambang Cadiak Pandai (kaum intelektual), lado (cabai) sebagai lambang Alim Ulama yang tegas dalam mengajarkan syarak (agama), dan pemasak (bumbu) yang merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minang.


4. Berasal dari pegunungan
Rendang memang dikenal sebagai hidangan khas Sumatera Barat. Namun, rendang dipercaya muncul pertama kali dari daerah-daerah pegunungan seperti Pariangan dan Padang.

Kelezatan rendang lalu terus menyebar hingga ke daerah-daerah di Pulau Sumatera lainnya hingga ke seluruh nusantara. Bahkan, kelezatan rendang juga diakui oleh kritikus makanan kelas internasional sebagai makanan yang kaya rasa.


5. Bisa bertahan lama
Jika dimasak dengan benar, rendang mampu bertahan selama tiga bulan lamanya. Hal ini juga dipengaruhi oleh cara menyimpan dan penggunaan bahan-bahan yang segar dan dimasak hingga matang. Menurut sebuah penelitian, bumbu-bumbu pada rendang ternyata tidak hanya memberikan rasa yang nikmati, tapi juga sebagai pengawet alami, seperti bawang putih, cabai, daun serai dan lainnya.