Jejak Kejayaan Kesultanan Cirebon di Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman

Banyak pilihan wisata yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Cirebon. Salah satu yang menarik adalah wisata sejarah dan budaya tentang Kesultanan Cirebon. Pada masanya, Kesultanan Cirebon merupakan Kesultanan Islam yang ternama di Jawa Barat. Perannya cukup penting dalam penyebaran agama Islam dan sebagai pusat kebudayaan di Cirebon.

Tempat yang bisa dikunjungi untuk menelusuri jejak kejayaan Kesultanan Cirebon ini adalah Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Kedua Keraton ini sering menjadi tujuan wisata sejarah favorit di Cirebon. Ada banyak peninggalan-peninggalan sejarah menarik yang tersimpan di Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman.


Koleksi Benda Kuno & Kereta Singa Barong di Keraton Kasepuhan
Lokasi Keraton Kasepuhan berada di Jalan Kasepuhan No. 43, Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Keraton Kasepuhan Cirebon selalu ramai pengunjung sebab dianggap sebagai salah satu ikon Kota Cirebon. Walaupun masih sering menjadi tempat singgah bagi anggota keluarga kerajaan, tetapi Keraton Kasepuhan sudah dibuka untuk umum.

Bangunannya ditetapkan sebagai cagar budaya dan masih sangat terawat. Keraton Kasepuhan kini difungsikan juga sebagai museum. Koleksi museumnya adalah benda-benda kuno dan bersejarah peninggalan Kesultanan Cirebon seperti tempat abu rokok Sultan, peti dari Cina, peti jamu, hingga gelas-gelas dari zaman VOC. Ada juga kisah-kisah tentang penyebaran Islam di Nusantara.

Yang paling menarik adalah koleksi Kereta Singa Barong. Kereta ini sudah digunakan sejak abad ke-15 dan terakhir digunakan pad atahun 1950. Tiap 1 Syawal Kereta Singa Barong akan dimandikan dan saat itu pula Keraton Kasepuhan pasti selalu kebanjiran pengunjung.


Arsitektur Kuno Keraton Kanoman
Lokasi Keraton Kanoman tidak jauh dari Keraton Kasepuhan, yaitu di Jalan Winaon Kampung Kanoman, Kota Cirebon. Keraton Kanoman berada di lahan seluas 6 hektar dan terdiri dari tiga bagian. Di bagian paling depan terdapat bangsal yang digunakan sebagai tempat pentas, sekaligus menyimpan gamelan dan peralatan pentas milik kesultanan. Menariknya, bangsal ini dikelilingi oleh pagar bumi berupa ornamen-ornamen piring peninggalan bangsawan Cina. Ornamen piring tersebut disusun rapi di bagian dinding bangsal.

Sementara itu di bagian tengah Keraton Kanoman terdapat sebuah bangunan bernama Jinem. Bangunan Jinem ini digunakan untuk penobatan Sultan. Terakhir, di bagian belakang, ada rumah Sultan dan bangunan Keputran yang menjadi tempat tinggal putra dan putri kerajaan. Keraton Kanoman saat ini masih ditinggali oleh Sultan Muhammad Emiruddin (Sultan XII) beserta keluarganya. Bentuk rumah Sultan dan Keputran masih mempertahankan bentuk aslinya.

Mirip dengan Keraton Kasepuhan, di Keraton Kanoman ini juga tersimpan kereta kuno peninggalan Kesultanan Cirebon, yaitu Kereta Paksi Naga dan Kereta Jempana. Ada juga Masjid Kanoman berarsitektur Joglo yang berada di dalam kompleks Keraton. Masjid ini dulunya memiliki peran besar dalam upaya syiar Islam.

Nah, saat berkunjung ke Cirebon, cobalah mengunjungi Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Keduanya masih menyimpan banyak jejak kejayaan Kesultanan Cirebon yang menarik untuk ditelusuri.