Ma'Nene, Prosesi Salin Baju Jenazah Toraja

Ritual paling diburu pelancong dan wisatawan di Toraja. Pertemuan keluarga besar, ungkapan suka cita dan kasih sayang terhadap orang-orang terkasih yang telah meninggalkan mereka, kembali kepada Sang Khalik.

Berbicara tentang Toraja tidaklah bisa dilepaskan dari berbagai ritual terkait adat istiadat leluhur mereka. Selain terkenal dengan topografi dataran tinggi nan sejuk, ribuan wisatawan datang berkunjung setiap tahunnya ke daerah ini khusus untuk menyaksikan beberapa ritual Suku Toraja yang tentunya sudah mendunia.

Bagi Sobat Pesona yang berencana menjadi saksi ritual orang Toraja, bisa langsung bertanya kepada penduduk sekitar. Masyarakat Tana Toraja yang tersebar mulai dari Kota Rantepao hingga ke pelosok-pelosok kampung se-Toraja Utara akan dengan ramah memberikan informasi tersebut secara cuma-cuma.

Beberapa ritual adat dikolaborasikan serta dikemas menjadi sebuah suguhan menarik bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke daerah ini. Sebut saja Ritual Ma'Nene atau yang dikenal sebagai prosesi salin baju bagi keluarga yang sudah lama meninggal dunia. Ritual yang setiap tahunnya jatuh pada bulan Agustus ini atau setelah musim panen, merupakan tradisi Toraja yang paling diburu dan dinantikan oleh para wisatawan domestik dan mancanegara.


Ungkapan Suka Cita dan Kasih Sayang
Ritual Ma’Nene berpusat di kuburan Toraja, dilaksanakan setelah panen sesuai dengan cerita rakyat yang melatar belakanginya dan sesuai dengan amanah  leluhur orang Toraja. Ritual Ma'Nene atau salin baju ini akan dilaksanakan setelah keluarga melaksanakan proses panen. Hal ini merupakan bentuk amanah yang masih dijaga dan dipegang teguh sampai hari ini.

Ritual Ma’Nene terbilang cukup unik, sekalipun jika dapat digambarkan ritual ini hampir berkesan menakutkan. Akan tetapi dalam praktek ritual Ma’nene justru tergambar potret suka cita yang diyakini sebagian masyarakat sebagai sarana pertemuan kembali keluarga dan orang yang terkasih yang telah meninggalkan mereka. Selain makna tersebut, Ma’nene merupakan bentuk rasa terima kasih dan sayang kepada orang-orang terkasih yang telah mendahului mereka kembali kepada Sang Khalik.

Di dalam prosesi Ma’nene keluarga akan mengganti pakaian jenazah yang sudah lama dan usang dengan pakaian baru. Mereka juga membersihkan barang-barang yang menjadi milik jenazah semasa hidupnya yang memang disertakan di dalam peti. Setelah jenazah dan barang-barang pribadinya dibersihkan selanjutnya jenazah tersebut akan kembali disemayamkan di dalam Persemayaman atau yang disebut Patane oleh masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaan ritual Ma’Nene ini, seluruh keluarga akan bersepakat terkait waktu pelaksanaannya. Momen ini dimanfaatkan keluarga yang berada jauh dari kampung halaman  untuk kembali pulang ke kampung halaman dan berjumpa kembali dengan segenap keluarga yang terpisah karena merantau.

Bagi siapa saja yang hendak berkunjung ke Toraja bakal menyesal apabila tidak menyaksikan ritual unik yang hampir tidak dapat ditemukan di daerah lain. Sobat Pesona akan merasakan sambutan hangat keluarga atau ‘Tuan pesta’ yang akan menjamu dan menjelaskan secara gambling tentang prosesi Ma’Nene ini.


Foto : Suzana Dorothea