Menguji Nyali di Bukit Kelam yang Penuh Misteri

Tidak cuma lokasinya yang terpencil, asal-usul Bukit Kelam juga masih menjadi misteri hingga kini.

Potensi wisata di Kalimantan memang belum banyak tereksplorasi, namun tidak demikian dengan Bukit Kelam. Bukit yang berlokasi di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat ini memiliki daya tarik yang unik. Namanya memang belum terlalu kesohor di kalangan wisatawan, namun di bukit ini telah menjadi salah satu titik riset yang menarik bagi banyak peneliti geologi dari berbagai negara.

Apa sebabnya? Asal-usul Bukit Kelam hingga saat ini tidak jelas. Sebagian masyarakat percaya bahwa sebenarnya batu raksasa itu adalah meteor yang menghujam Bumi, namun para peneliti belum bisa memastikan teori ini hingga sekarang.

Legenda di masyarakat Sintang menceritakan bahwa Bukit Kelam awalnya adalah sebuah batu yang dibawa oleh pemuda Sintang bernama Bujang Beji. Pemuda ini awalnya berniat menutup aliran Sungai Melawi dengan Sungai Kapuas.

Di tengah perjalanan, ia digoda oleh bidadari hingga Bujang terperosok ke dalam sebuah lubang dan batu raksasa itu dibiarkan begitu saja hingga sekarang. Legenda ini cukup dipercaya hingga pemerintah setempat membuat tugu Bujang Beji di salah satu sudut Kota Sintang.

Keberadaan Bukit Kelam mengingatkan kita pada Ayery Rock yang berada di Australia. Bukit Kelam bahkan lebih tinggi dari Ayery Rock. Batuan Monolid Australia itu saat ini diakui oleh UNESCO sebagai batuan monolid terbesar dengan tinggi 862 meter di atas permukaan laut. Padahal, tinggi Bukit Kelam mencapai 1.002 meter di atas permukaan laut.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat sekitar bukit aktif mempromosikan Bukit Kelam sebagai destinasi unggulan. Jika kita bertandang ke sana, pengelola sudah menyediakan tangga agar kita lebih mudah mencapai puncaknya.

Walau demikian, perjalanan ke bukit yang dikenal juga dengan nama Gunung Kelam ini tidak mudah. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk bisa mencapai puncaknya. Jadi, siapkan fisik yang prima jika kita ingin menikmati keindahan bukit itu.

Jika ingin bersantai, ada baiknya untuk menyempatkan bermalam di atas puncaknya. Tapi ingat, siapkan perlengkapan berkemah yang memadai. Sebab, suhu di atas puncak Kelam bisa turun di bawah 20 derajat celcius di malam hari.

Jangan lewatkan momen saat matahari terbit di pagi hari. Pemandangan saat sang surya mengintip di ufuk timur sangat indah.