Bika Ambon, Sajian Legit Bukan dari Ambon

Kue legit bertekstur kenyal ini dinamai bika ambon. Karena rasanya manis dan beraroma pandan, kue ini pun menjadi kudapan favorit banyak orang. Tapi ini bukan dari Ambon!

Kalau melihat kudapan manis berwarna kuning yang memiliki tekstur kenyal dan berpori-pori, pasti sudah tahu kalau itu adalah kue bika ambon. Namanya bika ambon, tapi kue ini berasal Medan, Sumatera Utara. Hingga saat ini, kue bika ambon banyak dijual di setiap sudut kota Medan. Khususnya di Jalan Mojopahit, kawasan Medan Petisah. Setidaknya di sana ada 30 toko yang menjajakan kue kenyal itu.

Meski banyak yang menggemari kue tersebut, namun tak ada yang mengetahui secara pasti sejarah dan asal usul dari kue unik ini. Nama bika kabarnya berasal dari nama kue khas Melayu yakni bika atau bingka. Resepnya lalu dimodifikasi, dengan menambahkan pengembang dari bahan nira atau tuak enau.

Ada yang mengatakan bahwa kue ini pertama kali dijual dan populer di simpang Jalan Ambon, Sei Kera Medan. Itulah sebabnya mengapa kue ini dijuluki bika ambon. Sumber lain mengatakan, bika ambon awalnya dibuat oleh seorang warga Ambon yang merantau ke Malaysia. Karena rasanya enak, orang tersebut akhirnya terus membuat kue bika. Lalu ia memilih singgah ke Medan dan membuat kue terkenal di sana dengan nama bika ambon.

Terakhir, ada cerita yang menyebutkan bahwa kue ini adalah hasil racikan seorang Tionghoa. Ia bereksperimen membuat kue di rumahnya di Jalan Majapahit. Begitu kue matang, ia meminta asistennya, seorang pria keturunan Ambon mencicipi. Ternyata ia sangat menyukai kue itu dan menyantapnya dengan lahap. Makanya kue ini dinamai bika ambon.


Dibuat Semalaman
Bahan dasar kue bika ambon terdiri dari santan segar, daun jeruk, daun pandan, telur, tepung terigu, nira, dan gula. Meski bahannya sederhana, tapi kita akan kaget kalau mengetahui proses pembuatannya yang rumit dan memakan waktu lama.

Proses pembuatan adonan kue ini cukup sulit dan memakan waktu. Pertama, santan direbus bersama daun jeruk dan daun pandan. Campuran santan ini pun didinginkan, lalu dimasukkan telur, tepung, nira, dan gula. Adonan diaduk rata dan diendapkan hingga semalaman.

Saat proses pemanggangan pun kita tidak boleh sembarangan. Loyang yang akan digunakan harus panas sebelum dimasukkan adonan. Setelah adonan dituang di loyang, kita tidak boleh menyentuh adonannya. Saat dipanggang, kita harus membuka tutup oven agar kuenya memiliki rongga seperti sarang semut.
Ribet tapi enak. Jadi lebih tertarik membuatnya atau memakannya saja?