Gereja Fidelis Sejiram, Gereja Tertua di Kalimantan Barat

Sejak September 2004, pemerintah telah menetapkan Gereja Katolik Santo Fidelis Sejiram sebagai bangunan bersejarah yang dilindungi. Gereja ini menjadi gereja tertua di Kalimantan Barat karena dibangun pada 1892.

Gereja ini bukanlah gereja biasa. Bisa dibilang gereja ini adalah gereja tertua yang ada di Kalimantan Barat. Gereja yang punya nama asli Gereja Katolik Santo Fidelis ini dibangun pada tahun 1892. Gereja tua ini berada di Desa Sejiram, Seberuang, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Makanya, banyak orang yang menyebut gereja ini sebagai Gereja Sejiram, karena lokasinya tersebut.

Gereja  Sejiram  dibangun pada zaman pemerintah kolonial Belanda. Dengan izin dari pemerintah, diutuslah Pastor Looymans untuk menyebarkan agama Katolik bagi orang Dayak di pedalaman Kalimantan tersebut. 

Menurut Sejarah Keuskupan Sintang, tanggal 29 Juli 1890, Pastor Looymans tiba di Semitau. Kota kecil yang terletak di tepi Sungai Kapuas ini dikuasai Belanda dan menjadi pusat perdagangan bagi daerah-daerah terpencil di sekitarnya.

Tahun 1892, dengan dibantu  beberapa orang Dayak, pastor mendirikan pondok di pinggir Sungai Seberuang, tak jauh dari perkampungan orang Dayak. Di tempat itulah kemudian dibangun gereja, sekolah, dan asrama untuk anak-anak sekolah.

Gereja Sejiram merupakan gereja katolik yang dibangun dengan bahan kayu ulin. Luas bangunan sekitar 45 m dan lebar 8 m, dengan sekitar luas 360 meter persegi. Bagian dalam gereja terdiri dari serambi gereja, ruang umat (terdapat patung Yesus yang disalib), dan altar. Bangunan gereja memiliki pintu dan jendela yang lebar dengan tempat duduk umat yang berjejer rapi di bagian ruang umat.

Pada bagian serambi terdapat tangga yang menghubungkan dengan lantai 2 gereja. Lantai 2 biasanya digunakan sebagai tempat pemandu suara bernyanyi. Gereja ini juga punya menara yang menyatu dengan bagian atap, pada bagian ujungnya terdapat salib dengan patung ayam jantan bertengger di atasnya.

Gereja Fidelis Sejiram kini sudah berusia seabad lebih, dan sudah beberapa kali direnovasi. Namun,  renovasi tidak pernah mengubah bentuk aslinya. Bahkan, melihat nilai sejarah dari Gereja Sejiram, sejak September 2004, pemerintah telah menetapkan Gereja Katolik Santo Fidelis Sejiram sebagai bangunan bersejarah yang dilindungi.

Meski usianya sudah ratusan tahun, gereja tua Sejiram masih tetap kokoh berdiri. Lonceng gereja masih berdentang nyaring, yang menandakan waktu misa segera dimulai.