Warisan Dunia UNESCO yang Ada di Indonesia

Indonesia sangat beruntung memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah. Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia kategori Alam yang terbesar dari Timur hingga Barat Indonesia.

Indonesia sangat beruntung memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah. Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia kategori Alam yang terbesar dari Timur hingga Barat Indonesia. Beberapa sudah menjadi tempat wisata, tapi ada juga yang masih dalam proses pemetaan. Apa saja, ya, Warisan Dunia Alam di Indonesia?


1. Taman Nasional Ujung Kulon, Banten
Ujung Kulon diresmikan oleh UNESCO sebagai Warisan Alam pada 1991. Alasannya, karena wilayah ini memiliki hutan lindung yang sangat luas. Ditambah ada kurang lebih 60 ekor badak yang hidup bebas di tempat ini.

Sebelum dijadikan taman nasional, Ujung Kulon adalah daerah pertanian. Pada 1883, Ujung Kulon hancur lebur akibat letusan Gunung Krakatau. Bencana ini kemudian secara alami mengubah Ujung Kulon menjadi hutan. Di sini terdapat hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa air tawar, hutan hujan tropika dataran rendah, dan padang rumput.


2. Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur
Taman Nasional Komodo memiliki tiga pulau utama, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar. Dua dari tiga pulau ini dijadikan Warisan Alam UNESCO karena menjadi habitat asli komodo, yaitu di Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

UNESCO menjadikan Taman Nasional Komodo menjadi Warisan Alam pada 1991. Taman Nasional Komodo memiliki area padang rumput, sabana, hutan tropis musim, hutan pada ketinggian 500 mdpl, dan pulau-pulau serta laut yang mengelilingi tempat ini.


3. Taman Nasional Lorentz, Papua
Taman ini menjadi Warisan Dunia pada 1999. Pada 2003 hingga saat ini, Indonesia dengan sejumlah pihak internasional melakukan pemetaan wilayah adat dalam kawasan Taman Nasional Lorentz.

Pemetaan ini bertujuan untuk melihat potensi alam, seperti tanaman asli, hewan dan budaya yang ada di sini. Hingga 2007, pemetaan telah mencangkup dua distrik, yaitu Distrik Kurima dan Distrik Sawaerma. Sudah ditemukan beberapa satwa dan budaya yang ada di sini, tapi proses pemetaan masih berlanjut.


4. Hutan Hujan Tropis Sumatera
Tempat ini merupakan lokasi pelestarian untuk beberapa spesies yang hampir punah seperti harimau sumatera, orangutan sumatera, gajah sumatera dan badak sumatera bercula dua yang sangat dilindungi. Luas Hutan Hujan Tropis mencapai 2,5 juta hektare yang terbagi menjadi beberapa area, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Lokasi ini juga menjadi tempat berbagai jenis tumbuhan endemik, seperti kantong semar, bunga bangkai dan amorphophallus titanium. Totalnya ada sekitar 92 jenis tanaman endemik yang ada di sini. Selain itu, Hutan Hujan Tropis Sumatera juga menjadi tempat tinggal suku asli di Sumatera yaitu Suku Mentawai dan Suku Anak Dalam. Hutan Hujan Tropis Sumatera dijadikan Warisan Dunia pada 2004 dan menjadi satu yang masuk ke dalam kategori "terancam punah".