Galugu Dua, Sentra Tenun Cantik dari Toraja

Pengrajin tenun di Galugu Dua dapat dikunjungi setiap hari, pagi hingga petang sebelum hari gelap. Tradisi menenun merupakan warisan turun temurun, mereka mahir menggunakan peralatan tenun yang digunakan sejak tiga generasi pendahulu mereka.

Toraja selain dikenal dengan obyek wisata kubur batu, juga terkenal dengan berbagai ritual adat sukacita dan dukacita. Ritual-ritual adat sarat makna akan kecintaan mereka terhadap Tuhan dan nenek moyang mereka. Dalam upacara-upacara adat suku Toraja, selain sembelihan hewan berupa kerbau dan babi, ada hal lain yang menarik untuk dicermati salah satunya adalah kain tenun yang digunakan dalam prosesi maupun  ritual adat suku Toraja.

Berkisah tentang kain tenun Toraja tentunya tidak serta merta terlepas dari makna dan identitas yang mencorak pada setiap motif tenunan. Hal itu bisa teridentifikasi dari waktu pemakaian dan pemilihan warna pada setiap ritual. Warna-warna mentereng menjadi warna dominan berpadu dengan motif-motif yang sarat makna bagi Suku Toraja. Salah satu contohnya adalah perpaduan warna merah dan oranye pada tenun Toraja biasanya banyak digunakan oleh kaum lelaki. Begitu pula dengan pilihan warna putih pada beberapa upacara adat di Toraja.

Disamping corak, motif dan warna yang terlukis pada selembar kain tenun Toraja ini ada hal lain yang menarik untuk disaksikan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini yaitu proses  membuat kain tenun Toraja yang serba manual dan tradisional. Daya Tarik inilah yang membuat wisatawan betah bahkan rela untuk merogoh koceknya dalam-dalam demi selembar kain tenun Toraja yang cantik ini.


Warisan Leluhur, Tiga Generasi Turun Temurun
Salah satu sentra pengrajin tenun Toraja adalah obyek wisata Galugu Dua. Lokasi ini terletak di Desa Barana, yang  berbatasan dengan Kampung Sa'dan yang juga terkenal dengan sentra kain tenun di Toraja Utara. Cukup menempuh 30 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor dari kota Rantepao, Sobat Pesona sudah mencapai Galugu Dua. Saban hari tempat ini selalu ramai di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara yang ingin berburu tenun khas Toraja ataupun sekadar menyaksikan proses pembuatannya.

Selembar kain tenun Toraja ini dapat dihargai mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.Selain warna, motif, dan corak pada kain, benang yang dipakai merajut kain  merupakan salah satu penentu dari harga jualnya. Seperti pernyataan “ada harga, ada kualitas”, prinsip itulah yang dipakai dalam penentuan harga jual kain tenun khas Toraja yang tersohor ini.

Aktivitas para pengrajin di Galugu Dua dapat dilihat setiap hari dari waktu pagi hingga petang sebelum hari gelap.Tradisi menenun ini merupakan warisan turun temurun yang dilakukan sejak dahulu  oleh nenek moyang mereka. Maka tak heran apabila mereka mahir menggunakan peralatan tenun yang digunakan turun temurun dari tiga generasi pendahulu mereka.

Mayoritas para pengrajin tenun merupakan ibu-ibu dari kampung setempat. Selain menjadi sentra tenun, di Galugu Dua anda juga dapat melihat tongkonan tua, rumah tradisional yang merupakan bangunan khas Toraja serta ikon  bagi Suku Toraja. Sobat Pesona wajib memasukan Galugu Dua sebagai salah satu daftar kunjungan ketika berkunjung ke Kabupaten Toraja Utara. Niscaya bikin betah berlama-lama di tempat ini sekaligus berswa foto dengan para pengrajin berlatar belakang kain tenun yang berwarna-warni.


Foto : Suzana Dorothea