Masjid Oman, Wisata Religi Ala Timur Tengah di Banda Aceh

Letaknya di Taman Sulthanah Shafiatuddin, masjid ini dibangun Pemerintah Oman setelah Aceh dilanda gempa dan tsunami pada 2004.

Berwisata ke Aceh, tentu Sobat Pesona akan banyak menjumpai bangunan masjid di kiri dan kanan jalan raya. Sehingga Aceh yang mayoritas penduduknya muslim sering disebut sebagai Negeri 1001 Masjid. Satu di antaranya yang menjadi ikon Aceh dan dikenal megah oleh banyak orang adalah Masjid Raya Baiturrahman. Rasanya belum lengkap jalan-jalan ke Aceh kalau belum ke masjid yang berdiri megah di pusat ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh.

Tapi ada satu masjid yang sangat unik, Masjid Oman. Masjid ini letaknya berdekatan dengan lokasi Aceh Culinary Festival 2019 di Taman Sulthanah Shafiatuddin, Banda Aceh. Namanya masjid Oman, karena dibangun oleh Pemerintah Oman setelah Aceh dilanda gempa dan tsunami pada 2004. Jadi, sembari menikmati kuliner khas Tanah Rencong, sempatkan beribadah atau mengagumi pesona masjid berarsitektur Timur Tengah yang bernama lengkap Masjid Oman Al-Makmur ini.

Masjid Oman yang terletak di Lampriet Gampong Bandar Baru ini termasuk masjid terindah di Banda Aceh. Memang tak semegah Masjid Raya Baiturrahman, tapi tetap menarik untuk dikunjungi wisatawan, terutama penggemar wisata religi.

Muasalnya, Masjid Al-Makmur dibangun tahun 1979. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Gubernur Aceh kala itu, Prof A. Majid Ibrahim dan Tgk. H Abdullah Ujung Rimba (Ketua Majelis Ulama Daerah Istimewa Aceh). Pembangunannya dirampungkan pada tahun 1989. Tapi masjid rusak parah akibat gempa dan tsunami pada 2004. Atapnya ambruk dan tiang-tiang patah.

Bangunan masjid baru dibangun kembali seperti sekarang pada 19 Juni 2006, dibantu oleh Sultan Qabus Bin Said dari negara Kesultanan Oman yang difasilitasi awal oleh Dr Helmi Bakar dari Hilal Merah Indonesia. Kemudian pada 19 Mei 2009 baru diresmikan kembali. Hal inilah yang kemudian membuat warga Aceh menyebut masjid ini dengan istilah Masjid Oman.

Desain bangunannya khas Timur Tengah, memiliki dua menara dan satu kubah. Setiap sudutnya masjid dua lantai ini ada kamar wudhu dan toilet. Lantai dalam masjidnya dilapisi permadani dan dindingnya dihiasi dengan kaligrafi ayat Al Quran.

Kini, masjid ini saban hari ramai oleh jemaah. Bahkan setiap tahunnya kala Ramadhan, masjid Oman mendatangkan imam dari beberapa negara di Timur Tengah untuk memimpin salat tarawih dan qiyamullail. Seperti pada Ramadan 2019, masjid ini mendatangkan imam dari Sudan. Jemaah pun tak pernah sepi.


Foto: Suparta Arz, Abdul Hadi