Teluk Gurita, Pantai Cantik di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste

Perpaduan antara perairan teluk yang jernih dan tenang, perbukitan hijau di sekelilingnya, serta kesejukan udaranya, menjadikan Teluk Gurita di Belu, Nusa Tenggara Timur ini sangat memikat.

Teluk Gurita merupakan sebuah pantai berpasir putih yang berada di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Perjalanan menuju pantai ini dapat ditempuh selama sekitar 30 menit dari Kota Atambua, dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Pantai Teluk Gurita menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat lokal maupun wisatawan di daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Pantainya berpasir putih dan mempunyai ombak yang tenang, Pantai Teluk Gurita menjadi tempat yang tepat untuk melepas penat dan bersantai dari rutinitas sehari-hari.


Legenda Gurita Raksasa
Pantai Teluk Gurita tidak terlalu ramai oleh pengunjung sehingga cocok bagi siapa pun yang ingin menikmati suasana alami, tenangnya pesisir Timor yang jauh dari keramaian kota.

Selain bersantai menikmati suasana pantai yang tenang dan alami, kita juga bisai memancing di Pantai Teluk Gurita. Kegiatan ini bisa dilakukan baik di tepi pantai, maupun menggunakan perahu di Danau Kokas yang berhubungan langsung dengan Teluk Gurita.

Pada zaman dahulu, tempat ini bernama Kuit Namon dan dijadikan pelabuhan darurat untuk Belanda dan Jepang pada masa penjajahan. Banyak pedagang baik dari Asia maupun Eropa yang datang berdagang, terutama mencari cendana dan lilin. Kegiatan tersebut terus dilakukan hingga pada suatu hari datanglah pedagang Spanyol di Kuit Namon.

Saat sedang berlabuh untuk bertransaksi, tiba-tiba kapal mereka seluruhnya dililit oleh seekor kuit atau gurita raksasa sehingga menenggelamkan kapal tersebut. Seluruh isi kapal pun langsung tenggelam ke dasar laut. Hingga saat ini, bangkai kapal tersebut masih berada di dasar teluk ini dan sudah menjadi fosil. Berdasarkan kejadian tersebut, nama Kuit Namon pun diganti menjadi Teluk Gurita.

Setelah peristiwa tenggelamnya kapal tersebut, tentara Jepang kemudian memanfaatkan Teluk Gurita sebagai pelabuhan untuk kepentingan perang. Saat Jepang kalah perang dari tentara sekutu, teluk ini dijadikan tempat untuk memusnahkan seluruh peralatan perang beserta amunisinya.

Terlepas dari sejarahnya, Teluk Gurita masih menyimpan pesona yang asli nan eksotis hingga sekarang ini. Ditambah lagi, pantai ini menghadap ke arah matahari terbenam. Tak heran, banyak masyarakat sekitar maupun wisatawan yang berkunjung ke pantai ini saat sore hari untuk menikmati pemandangan sunset nan cantik dan menawan.


Foto: Gaudiano Cole