Menjelajah Tebing Curug Lumbung Ala Spiderman

Tebing-tebing cantik bergelombang di Curug Lumbung membuat perjalanan di Purworejo jadi seru penuh petualangan. Bentang alamnya sulit ditemukan di tempat lain. Air terjun ini memiliki aliran air sungai yang sempit, berkelok-kelok diapit tebing-tebing indah berusia ratusan tahun.

Wilayah Purworejo memang tak sepopuler kota-kota besar lain di Jawa Tengah. Tapi kota di jalur selatan Jawa ini memiliki surga tersembunyi yang menarik untuk dijelajahi. Adalah Curug Lumbung yang tengah jadi primadona wisata di Purwerejo. Nama destinasi wisata ini relatif baru, tetapi bagi para penggemar wisata eksotis dan petualangan di Pulau Jawa, curug ini adalah salah satu curug paling cantik. Apa alasannya?


Tebing Indah Berusia Ratusan Tahun
Umumnya, curug di Pulau Jawa memiliki kontur seperti air terjun pada umumnya. Ada air mengalir dari sungai, lalu membentuk kolam kecil. Tapi Curug Lumbung di Purworejo memiliki bentuk yang istimewa.

Curug Lumbung memiliki bentang alam yang sulit ditemukan di tempat lain. Air terjun ini memiliki aliran air sungai yang sempit, berkelok-kelok diapit tebing-tebing nan indah. Tebing-tebing ini terbentuk alami selama ratusan tahun. Bentuk tebingnya sangat estetis, membentuk gelombang dan lekuk yang indah. Karena itu, keindahan tebing batu di sekitaran aliran sungai ini memancing cukup banyak wisatawan.

Curug Lumbung memiliki panjang sekitar 100 meter dengan air yang mengalir deras di musim hujan. Saat musim hujan kita tidak diperbolehkan untuk berenang karena berbahaya. Sementara, ketika musim kemarau, air relatif tenang dan aman untuk dijelajahi. Sebagai curug yang masih alami, air di Curug Lumbung begitu jernih dan memiliki warna biru kehijauan yang indah.

Lokasi Curug Lumbung berada di Krandon, Karang Sari, Kabupaten Purwerejo. Akses untuk menuju curug ini bisa dilalui oleh motor. Jalannya berkelok-kelok melewati hutan dan persawahan. Hingga tiba di satu titik, kita harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Namun, sungguh, semua patut diperjuangkan.


Foto: Saeful Mujab, Javanica Adventure, Bagus Roro