Bersantai Sejenak di Gili Layar

Tepat di daerah Sekotong, Lombok Barat, di Gili Layar saya bisa seru-seruan melakukan olahraga air, snorkeling, sekaligus dapat menyegarkan mata dengan melihat pemandangan bawah laut yang sangat indah.

Terik matahari mewarnai hari yang cerah. Saya berpikir sejenak, “Mumpung cuaca cerah, kira-kira enaknya kemana, ya, hari ini?. Melakukan aktivitas seru di luar rumah seperti berolahraga dan bersantai sepertinya menyenangkan. Lalu terlintas dalam benak saya, salah satu destinasi yang dapat melakukan kedua aktivitas tersebut, yaitu Gili Layar. Tepat di daerah Sekotong, Lombok Barat, saya bisa seru-seruan melakukan olahraga air, snorkeling, sekaligus dapat menyegarkan mata dengan melihat pemandangan bawah laut yang sangat indah.

Waktu yang ditempuh untuk menuju ke Gili Layar adalah selama 2 jam dari Kota Mataram. Sebelum sampai ke pulau tersebut, saya tiba di pemberhentian pertama yaitu tempat penyeberangan. Di sana saya bertemu dengan Pak Nahik, seorang boatman, yang siap mengantarkan saya menggunakan boat-nya mengarungi lautan dan sampai tujuan. Selama perjalanan, saya melewati beberapa pulau yang berdekatan dengan Gili Layar, di antaranya Gili Rengit, Gili Asahan, dan Gili Gede. Namun, destinasi yang paling banyak diminati wisatawan lokal maupun asing adalah Gili Layar.

Perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, but deserve so much. Keindahan bawah lautnya, berbagai jenis ikan yang beriringan mengikuti arus, serta warna warni terumbu karang menjadi pemandangan yang terbayarkan. Saya tak lupa untuk membawa potongan-potongan roti yang siap disantap oleh ikan-ikan tersebut. Saya bisa bermain dengan mereka dan kegiatan snorkeling saya terasa lebih menyenangkan. Eits, bagi Sobat Pesona yang suka snorkeling, jangan sampai menginjak terumbu karangnya, ya. Keindahan alam yang sudah ada harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Tak terasa saya menghabiskan waktu hingga berjam-jam lamanya menikmati bawah laut. Saya memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil merebahkan diri di atas pasir sembari memandangi langit di hari yang cerah itu. “Ah, begitu nikmat anugerah yang kuasa,” pikir saya. Dan saat itu pula saya memejamkan mata perlahan. Hingga senja tiba saya terbangun dan bergegas untuk meninggalkan Gili Layar. Pak Nahik dengan sigap menyalakan mesin boat-nya dan siap mengantarkan saya ke tempat penyeberangan. Until next time Gili Layar, it’s good to be back here.