Parade Adu Domba Garut di Lebak Siliwangi

Saat mendengar kata “Garut” yang terbesit dalam pikiran adalah Dodol dan Domba. Ya, kedunya merupakan ikon dari Garut, sebuah Kabupaten di Jawa Barat.

Tradisi adu domba Garut, sudah populer sejak ratusan tahun silam di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut.  Asal muasalnya, seni adu ketangkasan domba Garut kerap dipertontonkan dari kampung ke kampung di wilayah Garut. Namun, seiring perkembangannya, adu domba Garut menjadi tradisi yang melekat yang memiliki fungsi hiburan dan juga seni ketangkasan. Kini, adu domba Garut, sudah menjadi bagian dari pesona pariwisata Kabupaten Garut.

Di Garut dan sebagian besar wilayah Jawa Barat yang notabene masyarakat agraris, domba memiliki fungsi dalam keseharian. Domba merupakan hewan peliharaan yang dapat dibudidayakan dan memiliki banyak manfaat. Dagingnya sudah barang tentu menjadi sebuah komoditi di pasar, susu domba betina dapat disantap dan diperjualbelikan, juga kulitnya.

Oleh karena itu, selain menjadi hewan peiharaan para petani, domba Garut juga dibudidayakan untuk kepentingan-kepentingan lainnya, sebagai bahan dasar industri jaket kulit khas Garut, sebagian kulitnya dapat dibuat menjadi panganan, dorokdok (kerupuk kulit), dan tentu saja domba jantan khas Garut dilatih untuk dikonteskan dalam tradisi adu domba Garut, atau untuk kejuaraan adu domba Garut.


Adu Ketangkasan Domba Garut
Dari beberapa literasi, Seni Adu Domba Garut ini bermula saat pemerintahan Bupati Suryakanta Legawa, sekitar tahun 1815-1829. Domba Bupati Suryakanta Legawa tersebut dikenal sebagai domba yang gagah perkasa yang kemudian dikenal sebagai pionir adu domba Garut.

Idealnya, Domba Garut yang dipertunjukkan dan diadukan, harus memiliki postur tinggi besar dan kekar berbobot antara 60-80 kg dengan tanduk yang melingkar sangat besar, otot terlatih yang kekar, dan bulu di bagian pundak yang tebal. Domba Garut sendiri memang dikenal sebagai jenis Domba yang gagah, dibandingkan dengan domba lainnya yang berkembang di Indonesia.

Tidak hanya di kawasan Garut saja, adu domba Garut dan atraksi seni ketangkasannya, sering juga diadakan di Lebak Siliwangi, di Kawasan Hutan Kota Siliwangi, Kota Bandung. Pada kesempatan tersebut, menjadi sebuah parade yang mendatangkan komunitas, sanggar, maupun pencinta kesenian sunda pada umumnya. Mengingat, tak hanya sekadar adu ketangkasan domba Garut, namun menjadi ajang adu kreasi tarian dan seni, juga sebagai ajang silaturahmi masyarakat Sunda.

Para pesohor (pemilikk domba Garut) antara lain, budayawan, pejabat, tokoh masyarakat, bahkan artis. Harga satu domba jawara (juara kontes) berkisan antara Rp 50 juta sampai dengan 1 milyar.


Foto: Rakhmat Koes