Cara Membuat Papeda, Ada Teknik Mengaduknya, loh!

Papeda mengandung nutrisi yang cukup banyak. Tepung sagu sendiri mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Lalu ada kandungan protein, lemak, kalsium, fosfor, hingga zat besi yang terdapat pada papeda. Apalagi kalau dikonsumsi dengan sayur, maka papeda sangat tinggi serat.

Jika berkunjung ke Indonesia bagian Timur, sangat disarankan untuk mencicipi langsung makanan khas di sana. Yup, apa lagi kalau bukan, papeda. Papeda merupakan bubur sagu khas dari Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket, sekilas seperti lem dengan rasanya agak tawar.

Dahulu papeda merupakan makanan pokok untuk masyarakat di Papua ataupun Maluku, bisa dibilang papeda adalah pengganti nasi. Sayang sekarang jumlah masyarakat yang mengonsumsi papeda mulai mengalami penurunan.

Papeda menjadi makanan pokok bukan tanpa sebab. Hal ini dikarenakan banyaknya pohon sagu yang tumbuh dan kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat. Batang pohon sagu yang berusia bertahun-tahun diparut dan diambil sari patinya menjadi tokok sagu yang terlihat seperti tepung. Kemudian tepung sagu itu diolah menjadi papeda.

Dalam pembuatannya, papeda melibatkan banyak orang. Mulai dari pengambilan batang, pemarutan, hingga pengolahan. Rangkaian proses pembuatan papeda menjadi saran kumpulnya masyarakat. Biasanya mereka akan saling bercerita tentang suatu masalah atau pengambilan keputusan.

Nah, bagi Sobat Pesona yang ingin mencoba membuat papeda caranya cukup mudah, loh!

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyaring tepung sagu. Kemudian ditambahkan air yang sangat panas. Lalu olahan diaduk hingga mengembang dan lengket. Namun, cara mengaduk papeda ada tekniknya. Ketika masih dalam keadaan cair, tepung sagu harus diaduk dengan arah ke kiri atau kanan. Setelah tepung sagu agak mengental, ganti gerakan adukan menjadi ke arah atas dan bawah. Kuncinya, jangan hentikan adukan hingga sagu memadat dan mengental.

Papeda mengandung nutrisi yang cukup banyak. Tepung sagu sendiri mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Lalu ada kandungan protein, lemak, kalsium, fosfor, hingga zat besi yang terdapat pada papeda. Apalagi kalau dikonsumsi dengan sayur, maka papeda sangat tinggi serat.

Oleh karenanya, papeda dipercaya bisa meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko kanker usus dan paru-paru, mengurangi risiko obesitas, memperlancar buang air besar, hingga aman untuk penyandang diabetes, karena indeks glikemik yang rendah.

Jadi, kalau kita berkunjung ke Indonesia Timur, khususnya ke Ambon atau Papua, jangan lupa untuk mencicipi langsung papeda khas buatan mama-mama di sana, ya!