Melihat Penyu Hijau yang Semakin Langka di Kepulauan Derawan

Penyu hijau dewasa bisa memiliki panjang mencapai 85-95 cm dan lebar 65-75 cm. Nama ‘hijau’ diberikan karena terdapat lemak bewarna hijau pada bagian bawah cangkang mereka. Jika mengambil atau memburu penyu hijau akan dikenakan denda hingga Rp100 juta atau hukuman penjara selama 5 tahun, loh!

Kalau kita bicara soal keindahan yang dimiliki Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur, nampaknya agak sulit diungkapkan dengan kata-kata. Banyak wisatawan yang datang terpesona dengan keindahan yang dimiliki Derawan. Ekosistem di bawah lautnya masih sangat terjaga dengan baik hingga saat ini. Tak heran kalau Kepulauan Derawan menjadi salah satu titik selam terbaik di Indonesia.

Bagi yang belum mengunjungi Kepulauan Derawan, sedikit bayangan saja, di sana terdapat pulau-pulau indah yang memiliki keunikannya masing-masing. Ada Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Maratua, dan Pulau Sangalaki.

Tak cuma itu, di kawasan Kepulauan Derawan ini, ada begitu banyak hewan laut yang dilindungi dan termasuk dalam hewan langka. Seperti kima, ikan barakuda, lumba-lumba, paus, penyu sisik, penyu hijau, manta dan sejumlah hewan lainnya. Karena dikelilingi beberapa kepulauan, pasir di kepulauan Derawan terlihat berwarna putih bersih dan sangat halus.

Nah, salah satu objek wisata tujuan para wisatawan di Kepulauan Derawan adalah konservasi penyu hijau. Bahkan, Kepulauan Derawan disebut-sebut sebagai habitat penyu hijau terbesar di Asia, loh! Oleh karena itu, Derawan menjadi salah satu lokasi konservasi atau penakaran penyu hijau di Indonesia. Salah satu aktivitas malam yang bisa dilakukan di Pulau Derawan adalah melihat proses bertelurnya penyu-penyu hijau.

Di sini, kita bisa menambah wawasan tentang penyu hijau dengan menyaksikan sendiri ketika anak penyu hijau (tukik) menetas setelah lewat dari 50 hari dari masa penanamannya. Bila datang di waktu yang tepat, kita juga dapat ikut melepas anak-anak penyu hijau dari bibir pantai ke laut.

Penyu hijau merupakan penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia. Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Penyu hijau dewasa bisa memiliki panjang mencapai 85-95 cm dan lebar 65-75 cm.

Nama ‘hijau’ diberikan karena terdapat lemak bewarna hijau pada bagian bawah cangkang mereka. Jumlah penyu hijau di dunia semakin hari semakin berkurang, karena banyak diburu untuk diambil cangkangnya sebagai hiasan, telurnya sebagai sumber protein tinggi dan obat, juga dagingnya sebagai bahan makanan.

Karena keberadaanya yang semakin langka, tak heran kalau penyu hijau sangat dilindungi di Indonesia. Bahkan di Kepulauan Derawan terdapat banyak himbauan untuk menjaga biota laut yang bisa mencapai umur ratusan tahun ini. Jika mengambil atau memburu penyu hijau akan dikenakan denda hingga Rp100 juta atau hukuman penjara selama 5 tahun, loh!

Sebagai wisatawan yang baik, kita pun tidak boleh sembarangan mengambil atau memindahkan telur-telur penyu hijau yang mungkin akan mudah kita temui di sekitar pantai di Kepulauan Derawan. Ada baiknya ketika kita melihat telur penyu, kita laporkan ke pihak terkait di sana, untuk dipindahkan dengan baik.