Ke Sungai Kumai, Wisata Menyusuri Sungai Sepanjang 175 Km

Selain untuk keperluan warga dan domestik lainnya, Sungai Kumai dijadikan tempat perhelatan Rally Yacht. Ukuran Sungai Kumai yang memiliki lebar 250 meter bisa dilewati kapal dengan draft 2 meter. Jarak yang bisa dilalui kapal atau yacht biasanya mencapai 100 km dari mulut teluk hingga ke hulu.

Sungai Kumai merupakan satu dari 11 sungai panjang yang ada di Kalimantan Tengah. Panjangnya mencapai 176 kilometer, mengalir dari mata air di Pegunungan Schwaner hingga menembus ke Laut Jawa. Air Sungai Kumai berwarna cokelat dengan kedalaman mulai dari 6 hingga 9 meter.

Sungai Kumai memiliki sebuah pelabuhan yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, yaitu Kumai Port dan Pangkalan Bun. Kedua pelabuhan ini digunakan untuk pengiriman ekspor minyak sawit yang memang merupakan salah satu hasil bumi utama di provinsi ini.

Pemerintah setempat menyadari potensi Sungai Kumai. Selain untuk keperluan warga dan domestik lainnya, Sungai Kumai dijadikan tempat perhelatan Rally Yacht. Ukuran Sungai Kumai yang memiliki lebar 250 meter bisa dilewati kapal dengan draft 2 meter. Jarak yang bisa dilalui kapal atau yacht biasanya mencapai 100 km dari mulut teluk hingga ke hulu.

Di sepanjang sungai, Sobat Pesona bisa melihat hutan rawa gambut yang lebat. Hutan ini merupakan bagian dari Taman Tanjung Puting yang dikenal menjadi habitat sekitar 4.000 ekor orang utan. Selain itu, di sini juga hidup bekantan, owa dan beruang madu. Di sini juga menjadi tempat hidup beberapa jenis reptil dan lebih dari 200 jenis burung.

Untuk tiba di sini, Sobat Pesona bisa menggunakan speedboat untuk menyusuri Sungai Kumai melewati Sungai Sekonyer ke Camp Leakey. Perjalanan ini akan memakan 1,5 jam, tapi dijamin Sobat Pesona tidak akan jenuh karena pemandangan di sisi kiri dan kanan Sungai Kumai sangat asri karena pepohonan bakau dan nipah.

Sungai Kumai dan sungai-sungai lainnya di Kalimantan Timur merupakan sarana transportasi andalan yang diyakini akan terus ada sampai kapanpun. Dengan transportasi sungai, pemerintah mampu mengurangi beban jalan darat agar tidak cepat rusak.

Beberapa kapal pun  dibuat agar mampu mengangut muatan berat seperti pasir, tanah merah, kerikil, semen dan hasil bumi lainnya. Angkutan sungai juga diklaim tidak membutuhkan investasi besar, tapi dapat amat menguntungkan, termasuk untuk transportasi dan wisata menyusuri sungai yang sedang trend saat ini. Yuk, menyusuri Sungai Kumai dan nikmati suasana asri di sana!