Bukit Kelam, Sebongkah Meteor di Kalimantan Barat

Bukit Kelam terletak di kawasan Sintang, Kalimantan Barat. Yang menarik dari Bukit Kelam ini adalah asal-usulnya yang konon berasal dari batu meteor yang jatuh.

Ada beberapa versi cerita yang berkembang mengenai asal-usul Bukit Kelam, sebuah bukit yang seluruhnya terdiri dari batu. Versi yang pertama adalah menurut legenda yang berkembang di Kalimantan. Menurut cerita yang berkembang, Bukit Kelam adalah batu yang diangkat oleh seorang pemuda Dayak bernama Bujang Besji. Bujang Besji ingin menutup Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Namun, rencana Bujang Besji gagal karena dia tergoda oleh bidadari, sehingga dia jatuh terperosok dan membuat batu yang diangkatnya tergeletak begitu saja hingga sekarang.

Versi kedua mengatakan bahwa Bukit Kelam berasal dari meteor di luar angkasa yang jatuh ke Bumi. Peristiwa ini terjadi jutaan tahun yang lalu. Hal ini dapat diterima oleh sebagian orang karena Bukit Kelam ini adalah bukit batu yang sangat besar. Batu besar akan identik dengan batu meteor yang ada di luar angkasa. Karena hal ini, banyak peneliti yang datang untuk meneliti kandungan dari batu di Bukit Kelam ini.


Camping dan Menyambut Matahari Terbit Di Ketinggian
Bukit Kelam adalah tujuan yang menarik untuk para penikmat alam dari ketinggian atau pencinta petualangan, panjat tebing. Bukit Kelam ini menurut informasi berada di ketinggian 900 mdpl sehingga Bukit Kelam cocok juga untuk pehobi hiking.

Pendakian ke Bukit Kelam bisa ditempuh kurang lebih 4 jam tergantung dengan kecepatan mendaki dan lama istirahat di tengah jalan. Kemiringan bidang Bukit Kelam sekitar 15-40 derajat. Akan tetapi, kita tidak perlu khawatir karena pengelola Bukit Kelam sudah berbaik hati membuatkan tangga. Dengan begitu, pendakian akan lebih mudah.

Bagi yang ingin menikmati indahnya matahari terbit di Puncak Bukit Kelam, lebih baik kita bermalam dengan menyiapkan bekal dan peralatan camping. Pada malam hari, suhu di Puncak Bukit Kelam bisa sekitar 20 derajat Celcius. Akan lebih menyenangkan tentunya jika pergi ke Bukit Kelam ini beramai-ramai dengan sahabat.


Foto: Yonas Ade Kurniawan, Harry Purwanto, Anggi Widyanto