Doro Ncanga, Padang Gembala Elok di Kaki Tambora

Sekira 200 tahun lalu, Tambora menjadi salah satu gunung yang menggemparkan warga dunia karena letusannya. Kini, di kakinya, tercipta padang sabana, ladang bagi gembala yang luas nan indah, Doro Ncanga.

Terletak di Kabupaten Dompu, di pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di kaki Gunung Tambora, Doro Ncanga adalah jelmaan surga berupa padang sabana. Di permukaannya, terbentang rumput hijau kemuning yang luas dengan sebaran beberapa pohon di sisi-sisinya. Hamparan rumput yang luas dan kontur tanah yang landai di kaki Tambora ini layaknya lautan hijau yang tak berujung. Berdiri atau duduk di tengahnya, kita akan merasa seperti di tengah keasingan. Tak ada banyak manusia melintas, tak ada banyak aktivitas.

Selain indah dipandang mata, padang sabana ini juga menjadi ladang untuk bergembala oleh warga Dompu di sekitar Doro Ncanga, bahkan warga Bima. Ternak warga dibiarkan bebas berkeliaran, mencari makan, dan menyelusuri seluruh sudut hamparan rumput. Jika Sobat Pesona pernah dengar nukilan cerita tentang surga yang luas, hijau, pohon di beberapa sudutnya, dan hewan-hewan yang asik bercengkerama, mungkin ini adalah satu potret yang dekat untuk menggambarkannya.


Ternak Merumput Hingga Event Dunia
Selain menjadi tempat bergembala dan beternak warga sekitar, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan Doro Ncanga sebagai pusat pelepas liaran hewan ternak. Potret sabana dan ternak yang menghiasinya tentunya menjadi kekhasan kawasan yang dapat dikemas sebagai potensi pariwisata bagi warga setempat maupun siapa saja yang ingin mengunjunginya.

Kental dengan keindahan hamparan rumput dan lalu lalang ternaknya tidak hanya membuat Doro Ncanga sebagai potensi pariwisata saja. Doro Ncanga juga kerap digunakan tempat berkumpul dan melakukan ritus oleh warga. Salah satu acara atau ritus yang pernah dilakukan adalah “Tambora Menyapa Dunia”. Ini adalah acara peringatan 200 tahun letusan Gunung Tambora yang dihelat pada 2015.

Peringatan ini pun dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti lomba lari ultramaraton sejauh 320 km, Tambora Trail Run yang berupa jelajah pegunungan sejauh 46 km, hingga jelajah sepeda Tambora Bike sejauh 408 km.


Foto: Gosha Muhammad