Taman Nasional Betung Kerihun, Eksotisme Hutan Kalimantan dan Kampung Dayak

Kawasan ini menyimpan berbagai destinasi wisata menarik. Rekreasi alam untuk camping di pedalaman hutan tropis, wisata air seperti rafting, whitewater trekking, dan tubing di ratusan anak sungai Kapuas serta kampung Suku Dayak. Menginap di kawasan ini, merupakan pengalaman luar biasa.

Taman Nasional Betung Kerihun merupakan kawasan konservasi di hulu Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, dengan luas wilayah 8.000 km2. Kawasan ini membentang dengan tata letak yang panjang dari Kecamatan Embaloh Hulu, Kecamatan Embaloh Hilir, dan Kecamatan Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu. Kawasan ini menjadi penghubung antara Gunung Betung dan Gunung Kerihun sebagai penghalang antara wilayah Indonesia dan Malaysia.

Sebagai wilayah yang dilindungi, kawasan ini menyimpan berbagai destinasi wisata menarik, seperti rekreasi alam untuk kemping di pedalaman hutan tropis; wisata air seperti rafting, whitewater trekking, dan tubing di ratusan anak sungai Kapuas; serta keanekaragaman hayati dengan flora dan fauna yang merupakan kekayaan alam Kalimantan. Selain itu, terdapat wisata budaya berupa pemukiman suku Dayak di pedalaman hutan.


Menginap di Kampung Dayak
Wisata alam dan budaya Suku Dayak dapat Sobat Pesona temukan di Taman Nasional Betung Kerihun. Suku Dayak yang merupakan masyarakat di kawasan ini adalah Dayak Punan, Dayak Iban, Dayak Taman Kantuk, Dayak Tamambaloh, dan Dayak Bukat. Di bagian barat taman nasional, kebanyakan didiami oleh Dayak Iban dan Dayak Tamambaloh, sedangkan di pusat sebagian besar diisi oleh penduduk dari Suku Dayak Bukat, dan di bagian timur adalah orang Dayak Punan.

Wisata kampung Dayak memiliki daya tarik tersendiri, tak hanya mengunjungi, kita bisa menginap di tengah pemukiman suku asli Kalimantan ini. Rumah adat bentang misalnya dapat kita kunjungi langsung di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun ini. Rumah adat ini biasanya dihuni oleh beberapa kepala keluarga sekaligus. Selain itu, mereka membangun homestay dan menyediakan porter, longboat, dan menjual kain tenun Borneo, anyaman, serta ukiran kayu.

Untuk mencapai Taman Nasional Betung Kerihun, Sobat Pesona mesti berangkat ke Kota Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Kemudian, dari Pontianak mengambil penerbangan ke Bandara Pangsuma di Putussibau. Setelah dari sana, pergi menggunakan boat untuk menjelajahi Sungai Kapuas, Sungai Sibau, dan Sungai Mendalam selama 5 jam.

Satu lagi yang terpenting, Sobat Pesona yang ingin menjelajahi ini, diwajibkan mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Alangkah baiknya SIMAKSI ini diurus langsung di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun di Putussibau atau dapat juga mengurusnya secara online melalui SIMAKSI Online.


Foto: Kynan Tegar