Wor dan Yosim Pancar, Tarian Sakral Pelindung Hidup Orang Biak

Sebanyak 500 penari kolosal yang terdiri dari tarian wor, tarian Yospan dan diakhiri puluhan pemain musik dari ukelele, tifa, bambu dan gitar sitar 2 buatan sendiri khas Papua menjadi pembuka Festival Biak Munara Wampasi 2019. Bagi masyarakat Biak, Wor dan Yosim Pancar merupakan tradisi sakral dan sarat makna.

Bagi  masyarakat di Biak sendiri atraksi-atraksi budaya, tarian kolosal dan pertunjukan alat musik memang sangat dinantikan oleh berbagai lapisan masyarakat selain menjadi umpan untuk para wisatawan datang ke Biak Numfor, Papua. Sebanyak 500 penari kolosal yang terdiri dari tarian wor, tarian Yospan dan diakhiri puluhan pemain musik dari ukelele, tifa, bambu dan gitar sitar 2 buatan sendiri khas Papua menjadi pembuka Festival Biak Munara Wampasi 2019.

Tak heran, penampilan pembukaan itu membuat lapangan cenderawasih dipadati pengunjung yang sangat antusias dengan melihat body painting pemain musik dan penari yang dilukis sesuai corak budaya Biak Numfor.

Tarian kolosal dalam Festival Biak Munara Wampasi 2019 tersebut merupakan tarian kombinasi antara tarian Yosim Pancar dan arian Wor yang ditampilkan oleh 500 penari. Dua tarian, Wor dan Yosim Pancar yang bagi masyarakat Biak merupakan tradisi sakral dan sarat makna.


Tanpa Upacara, Adat Akan Layu
Dalam budaya Biak, Wor mempunyai arti yang luas. Namun tidak lepas dari  kehidupan religi orang Biak. Wor juga biasa disertakan dalam berbagai tradisi, seperti upacara adat. Dalam Festival Biak Munara Wampasi 2019, Wor diaplikasikan dalam upacara, nyanyian adat, hingga folklore budaya masyarakat Biak. Tradisi ini sangat sakral karena dianggap melindungi siklus hidup seseorang. Hal ini juga berkenaan dengan falsafah masyarakat Biak, ‘Nggo Wor Baindo Na Nggo Mar’. Artinya, tanpa upacara atau pesta maka adat akan layu.

Sementara tarian Yospan alias Yosim Pancar, adalah tarian yang sangat tenar di Papua. Yosim Pancar adalah gambaran pergaulan dan persahabatan muda mudi di Papua. Yosim Pancar adalah gabungan 2 tarian. Gerakan Yosim mirip Poleneis, yaitu gerakan dansa asal Eropa. Walau mirip dansa, namun Yosim lebih ekspresif. Penarinya diberi kebebasan dalam mengeksplorasi gerakan.

Pancar juga berasal dari Biak Numfor dan Manokwari. Gerakannya lebih kaku dan tegas. Pancar ini mengikuti irama tifa, ukulele, gitar, dan alat musik lain. Tari Yosim Pancar bisa dibawakan secara beramai-ramai.

Dalam penampilan atraksi itu, pemain musik berkolaborasi bersama penari dan penyanyi. Pasalnya,alat musik itu dimainkan secara serentak menggunakan lirik lagu berbahasa Daerah Khas Biak Numfor. Personil dari atraksi itu juga terdiri dari remaja, muda-mudi dan orang dewasa. Bahkan, orang yang bukan asli Papua juga turut serta menjadi personil dalam penampilan. Itu membuktikan bahwa budaya Biak sangat dicintai.


Foto : Dessy Debora Fina