Menjelajah Keindahan Lembah Geosite Ngingrong

Letak gua Ngingrong cukup strategis, yaitu berada di antara Pantai Baron dan jalan ke arah Tepus. Dari sini, Sobat Pesona bisa melihat area Lembah Karst Mulo. Tebing ini berbentuk seperti lembah yang memanjang dan cukup dalam.

Geopark Gunung Sewu memiliki keunikan alam yang dengan 33 situs kebumian. Wilayah Geopark Gunung Sewu dibagi menjadi tiga geo-area yaitu geo-area Gunung Kidul (13 geosite), geo-area Wonogiri (7 geosite) dan geo-area Pacitan (13 geosite). Kali, ini Sobat Pesona akan diajak untuk mengenal salah satu geosite kebumian yaitu Gua Ngingrong yang masuk ke dalam geo-area Gunung Kidul.

Letak Gua Ngingrong cukup strategis, yaitu berada di antara Pantai Baron dan jalan ke arah Tepus. Dari sini, kita bisa melihat area Lembah Karst Mulo. Tebing ini berbentuk seperti lembah yang memanjang dan cukup dalam. Bentuknya juga agak terjal. Sesuai namanya, Lembah karst terdiri dari batu gamping yang terbentuk karena proses alami penggerusan ke dalam bumi.

Di bagian ujung sebelah timur areanya cukup landai. Jika datang saat musim kemarau kita hanya akan melihat tebing yang, tapi saat musim hujan lembah ini terlihat lebih asri karena pepohonan tumbuh subur.

Di tebing inilah pintu masuk gua Ngingrong berada. Untuk tiba di mulut gua, kita harus menyusuri Lembah karst terlebih dulu. KIta harus hati-hati saat menuruni lembah karena jalanannya cukup terjal.

Keunikan gua Ngingrong ini adanya lafaz "Allah" yang berasal dari warna pada dinding tebing. Ada juga batu yang menyerupai orang sedang melakukan shalat.
Ada beberapa rute yang disediakan untuk menjelajah gua ini. Pertama, rute gua Lengkap di sebelah barat. Gua ini berbentuk agak horizontal dan jalurnya cukup pendek. Tidak terlalu sulit dan tidak terlalu memakan banyak tenaga.

Rute yang terberat adalah menyusuri ke dalam gua Ngingrong. Jalanya cukup terjal dan melewati jalur vertikal. Rute ini memang sangat sulit dan berisiko tinggi. Namun, kita akan disuguhkan danau di bawah tanah yang sangat indah.

Usai menyusuri gua, kita bisa melihat Luweng Jemblong yang terbentuk secara alami. Luweng dalam Bahasa Jawa artinya "lubang menganga". Luweng Jemblong terjadi karena tanah yang runtuh atau ambles secara tiba-tiba, sehingga membentuk lubang yang menganga.

Di sini kita juga wajib mencoba menaiki flying fox yang ada di Lembah karst Mulo. Flying Fox ini diklaim sebagai yang terdalam. Jalurnya juga panjang. Dengan flying fox, Sobat Pesona bisa menikmati keindahan Lembah karst, melihat mulut gua Ngingrong dan Luweng Jemblong sambil menghirup udara segar.