Saksi Bisu Keganasan Tsunami Aceh

Berkunjung ke Aceh, Sobat Pesona bisa menelusuri bangunan-bangunan yang menjadi saksi bisu dari keganasan gelombang tinggi yang menghantam Serambi Mekkah. Ada bangunan dan monumen yang memang sengaja dibangun untuk mengenang bencana ini.

Tsunami Aceh yang terjadi pada 2004 menjadi salah satu bencana alam terbesar yang dialami negeri ini. Aceh kini sudah bangkit, tapi cerita tentang kengerian tsunami akan selalu terkenang.

Berkunjung ke Aceh, Sobat Pesona bisa menelusuri bangunan-bangunan yang menjadi saksi bisu dari keganasan gelombang tinggi yang menghantam Serambi Mekkah. Ada bangunan dan monumen  yang memang sengaja dibangun untuk mengenang bencana yang menewaskan sekitar 170.000 jiwa ini.

Tapak tilas tentang tsunami Aceh bisa dimulai dari Museum Tsunami.Museum yang diresmikan 2008 ini sengaja dibuat untuk memberikan gambaran saat tsunami terjadi. Kita akan masuk ke dalam sebuah lorong gelap. Dari arah dinding, terdengar suara gemericik air. Sungguh mencekam.

Sobat Pesona juga bisa melihat foto-foto pasca tsunami di area galeri. Foto-foto ini diambil saat air dari gelombang tsunami sudah surut dan hanya tersisa puing-puing bangunan yang telah porak poranda akibat disapu gelombang yang dahsyat.

Dari Museum Tsunami di Banda Aceh, Sobat Pesona bisa melanjutkan perjalanan melihat Kapal PLTD Apung, sebuah kapal seberat 2.600 ton yang terdampar hingga ke Jaya Baru. Bangkai kapal ini dijadikan spot untuk berfoto oleh para wisatawan dan bisa digunakan untuk melihat pemandangan sekitar.

Tak jauh dari sana, Sobat Pesona bisa mampir ke Taman Edukasi Tsunami. Di sinilah taman pertama yang menyimpan alat simulasi tsunami di Indonesia dan informasi tentang penanggulangan bencana.

Selanjutnya ada Monumen Aceh Thanks to The World yang terletak di Kampung Baru. Monumen ini dibangun sebagai ucapan terima kasih dari warga Aceh atas segala bantuan dari seluruh penjuru dunia, mulai dari relawan, warga sipil hingga militer dari negara-negara lain.

Keunikan dari monumen ini adalah bentuknya yang dibuat menyerupai gelombang laut. Terdapat pula 53 plakat yang masing-masing mewakili negara yang telah memberikan bantuan kepada Aceh kala itu.

Terakhir,  Spbat Pesona bisa datang ke bangunan yang merupakan salah satu saksi bisu dari ganasnya gelombang tsunami, Masjid Baiturrahman. Ketika gelombang menghantam, masjid ini tetap berdiri kokoh. Masjid Baiturrahman juga dijadikan tempat perlindungan bagi warga. Kini, Masjid Baiturrahman sudah beberapa kali dilakukan renovasi dan menjadi destinasi wisata bagi pelancong Muslim maupun non Muslim.