Kesodo, Upacara Syukur di Kawah Bromo

Upacara Kesodo atau dalam nama aslinya Upacara Hari Raya Yadna Kasada adalah kegiatan masyarakat Tengger bersyukur kepada Sang Hyang Widhi (Tuhan YME). Kegiatan yang paling menarik adalah saat masyarakat melemparkan aneka hasil bumi yang telah mereka dapatkan ke dalam kawah Gunung Bromo.

Tiap tahun, di Gunung Bromo, Jawa Timur berlangsung upacara Kesodo oleh masyarakat Suku Tengger yang mendiami kawasan Taman Nasional Bromo-Semeru. Tanggal pasti secara Tahun Masehi sulit ditentukan karena mereka menghitung berdasar tahun Hindu Tengger yaitu tiap tanggal 14 bulan Kasada.

Upacara Kesodo atau dalam nama aslinya Upacara Hari Raya Yadna Kasada adalah kegiatan masyarakat Tengger bersyukur kepada Sang Hyang Widhi (Tuhan YME). Kegiatan yang paling banyak ditunggu turis, terutama penggemar fotografer, adalah saat masyarakat melemparkan aneka hasil bumi yang telah mereka dapatkan ke dalam kawah Gunung Bromo.

Benda-benda yang dilemparkan ada yang berbentuk sayur-sayuran, buah-buahan, uang, bahkan ada yang melemparkan ayam hidup. Pelemparan sebagai wujud syukur itu dilakukan saat matahari mulai terbit.

Upacara ini memang upacara Hindu, namun di seluruh dunia hanya ada di Bromo. Uniknya, di bagian bawah kawah ada banyak orang yang memunguti aneka persembahan itu. Bahkan para pemungut yang datang dari berbagai daerah itu ada yang memasang jala lebar untuk bisa langsung menangkap lemparan para pelaku upacara.

Kalau Sobat Pesona ingin menyaksikan Upacara Kesodo, paling mudah adalah datang ke Malang dengan aneka penerbangan yang ada. Dari Malang, perjalanan cukup mudah dan dekat dengan mobil sewa. Ada baiknya perjalanan Sobat Pesona dibantu oleh biro perjalanan karena pada Hari Kesodo semua penginapan di Bromo umumnya telah terisi. Juga pengaturan dalam menyaksikan langkah-langkah upacara cukup sulit diikuti yang baru pertama kali ke sana.

Hal yang harus diperhatikan pula adalah keamanan saat berdiri di tepi kawah Bromo. Tepian kawah gunung aktif itu hanya selebar sekitar satu meter sementara jurang ke arah kawah dan sebaliknya sangatlah curam dan dalam.

Makna Upacara Kesada sebenarnya adalah untuk kesejahteraan rakyat Tengger. Kesempatan ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi antar Tengger Barat dan Tengger Timur. 

Sebagian warga Tengger menganggap Upacara Kesada sebagai hari raya yang perlu diadakan secara meriah. Selain warga Tengger yang tinggal di sana, jamaah Hindu yang berasal dari sejumlah kabupaten seperti Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang juga datang ke Gunung Bromo untuk menyaksikan acara ini, bahkan seminggu sebelum acara dimulai.