Tari Penyang Sangkalemu, Semangat Persatuan dari Isen Mulan

Tari dan musik ini menggambarkan kerasnya kehidupan yang membuat manusia lupa akan sisi baiknya, sehingga dunia semakin rapuh. Masyarakat Dayak percaya bahwa hanya kita sendiri yang dapat menumbuhkan sisi baik di dalam jiwa dan kekuatan batin. Mereka menyebutnya Penyang Sangkalemu, menyatulah segala perbedaan.

Pentas tarian kolosal yang dibawakan 150 penari dan pemusik yang didominasi kaum milenial, gabungan dari sanggar-sanggar di Kota Palangkaraya saat pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) memukau ratusan pasang mata yang hadir. Tarian kolosal Hapakat ini terinspirasi dari keseharian masyarakat di Kalimantan Tengah yang selalu hidup berdampingan satu sama lain.

Tarian Hapakat mengajak untuk kembali hapakat atau bersatu padu, bekerjasama dan bergandeng tangan, menyatukan suara untuk meraih kesejahteraan melalui kebersamaan menuju Kalimantan Tengah yang bermartabat, elok, religius, kuat, amanah dan harmonis.


Falsafah Huma Betang, Pantang Mundur Satukan Perbedaan
Masyarakat Kalimantan Tengah terdiri dari berbagai suku dan agama. Mereka memiliki beragam kekayaan seni dan budaya. Dengan falsafah Huma Betang, masyarakat Kalimantan Tengah mengalami banyak kemajuan, baik dalam kegiatan sosial, ekonomi, politik, infrastuktur dan budaya.

Masyarakat Kalimantan Tengah memiliki semboyan ‘ela buli manggetu hinting bulu panjang, isen mulang, manetes rantai kamara ambu’. Artinya jangan pulang sebelum memenangkan peperangan yang panjang, pantang mundur sebelum memutuskan tali kebodohan, kemiskinan, dan kemelaratan.

Tari Kolosal Hapakat membawa kembali semangat ini. Dalam Festival Budaya Isen Mulang, tarian ini dikolaborasikan dengan musik Bellacoustic Indonesia dan Sanggar Riak Renteng Tingang Palangkaraya yang menampilkan tarian yang didasarkan pada tari Penyang Sangkalemu. Tari dan musik ini menggambarkan kerasnya kehidupan yang membuat manusia lupa akan sisi baiknya, sehingga membuat dunia semakin rapuh.

Pertikaian, perselisihan yang disebabkan oleh pengaruh hoax merasuk menjadi satu. Tetapi masyarakat Dayak percaya bahwa hanya diri kitalah yang dapat menumbuhkan sisi baik di dalam jiwa dan kekuatan batin. Masyarakat Dayak menyebutnya Penyang Sangkalemu, yang memiliki makna menyatulah segala perbedaan yang ada, serta selalu menjunjung tinggi. Penyang hinje simpei patarung humba tamburak, dan falsafah huma betang.

Festival Budaya Isen Mulang merupakan satu satu event unggulan Kalimantan Tengah  yang tahun ini digelar ke-26 kalinya dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-62 Provinsi Kalimantan Tengah. Festival Isen Mulang tahun ini mengangkat tema eksistensi kearifan lokal menuju Kalteng Berkah yang menampilkan beragam kekayaan budaya dari berbagai etnis dari 13 kabupaten dan Kota Palangkaraya.


Foto : Tiva