Wisata ke Tana Toraja, Keunikan Tradisi yang Bikin Merinding

Jika Sobat Pesona datang ke Tana Toraja, sempatkan untuk melihat Tongkonan yang menjadi tempat tinggal Suku Toraja. Ada juga beberapa wisata lain seperti Kompleks Megalit Kalimbuang Bori dan Kete Ketsu.

Indonesia dikenal karena memiliki ragam suku dan budaya yang unik, salah satunya ada di Tana Toraja di Makale, Sulawesi Selatan. Selain pemandangan alamnya yang luar biasa indahnya, tempat ini dikenal karena kebudayaan dan adat istiadatnya yang tidak biasa. Oleh sebab itu, tempat ini selalu menjadi incaran para wisatawan lokal maupun asing dari berbagai macam negara.

Tana Toraja dikenal dengan keyakinan penduduknya yaitu Aluk Tadolo. Meski sebagian besar beragama Kristen, warga masih melakukan tradisi adat yang dilakukan secara turun temurun. Warga lokal sangat menjaga kebudayaan dan tradisi itu karena memang sudah dari jaman nenek moyang. Bahkan, hampir semua tempat wisata di Tana Toraja ini memiliki aura mistis yang sangat terasa.

Tana Toraja dihuni oleh Suku Toraja yang kebanyakan dari mereka tinggal dan menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan. Mereka tinggal di rumah adat yang disebut Tongkonan. Rumah ini memiliki ukiran yang setiap gerutan punya makna tersendiri. Namun, dewasa ini jarang ditemui rumah Tongkonan yang masih asli. Kebanyakan rumah Tongkonan yang sekarang terbuat dari aluminium. Sedangkan Tongkonan yang asli terbuat dari bambu kecil yang disusun bolak balik.

Sobat Pesona akan menemukan kepala kerbau yang disusun di atas Tongkonan. Kepala kerbau menandakan tinggi rendahnya kasta orang yang tinggal di dalamnya. Semakin tinggi dan banyak kepala kerbau yang terpasang, maka orang tersebut berarti orang kaya, begitu pun sebaliknya. Kepala kerbau tersebut berasal dari kerbau yang disembelih saat ada orang yang meninggal Selain melihat Tongkonan, Sobat Pesona juga bisa datang ke lokasi wisata berikut ini:

Wisata Kompleks Megalit Kalimbuang Bori
Tempat ini berada di Kecamatan Sesean. Di sini, Sobat Pesona akan melihat banyak situs kuno berupa kuburan batu yang dijadikan tempat pelaksanaan pemakaman. Kuburan  dibentuk dari batu tinggi yang berfungsi untuk menghormati para sesepuh, ketua adat atau bangsawan yang telah meninggal. Semakin tinggi batu tersebut, maka tinggi juga kastanya. 

Kete Ketsu
Tempat ini merupakan desa budaya yang iconic di Tana Toraja. Banyak rumah Tongkonan serta peti-peti yang terletak di ceruk tebing.  Tempat ini merupakan salah satu tempat pemakaman masyarakat Toraja. Sobat Pesona mungkin merinding karena disini banyak ditemukan tengkorak dan tulang belulang yang sebagian sudah berserakan di bawah. Tengkorak-tengkorak ini sudah berusia ratusan tahun.

Mengapa dibiarkan berserakan di bawah? Karena untuk menata dan membenahi tulang-tulang itu memerlukan biaya yang cukup mahal. Oleh karena itu, mereka membiarkannya berserakan begitu saja. Bagi mayat bangsawan, mereka akan diletakkan di atas tebing dan dibuatkan boneka manusia yang diberi nama Tau-tau.