Pantai Lovina, Kejutan Pagi dari Lumba-lumba dan Paus Pilot

Kita akan melihat kegiatan lumba-lumba liar di Pantai Lovina saat pagi hari, waktu saat mamalia laut ini berburu mencari makan. Kebiasaan lumba-lumba ini kemudian dijadikan satu atraksi wisata yang sangat ditunggu-tunggu oleh wisatawan.

Singaraja merupakan ibu kota kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia. Pada abad ke-17 dan abad ke-18, Singaraja menjadi pusat kerajaan Buleleng. Nama kota ini diambil dari I Gusti Anglurah Panji Sakti, raja yang sangat berwibawa dan sakti layaknya seekor singa. Selain sebagai penghasil salak bali, anggur dan jeruk keprok Tejakula, Singaraja memiliki pantai yang amat indah bernama Pantai Lovina. Sobat Pesona bisa menyaksikan lumba-lumba bermain di alam lepas dan jika beruntung kalian akan bertemu dengan paus pilot.

Berkendara dari Kuta menuju Pantai Lovina, pantai paling utara Bali, hanya sekitar 4 jam saja. Disarankan untuk memulai perjalanan pada pukul 04.00 WITA. Kita akan melihat kegiatan lumba-lumba liar di Pantai Lovina saat pagi hari, waktu saat mamalia laut ini berburu mencari makan. Kebiasaan lumba-lumba kemudian dijadikan satu atraksi wisata yang sangat ditunggu-tunggu oleh wisatawan. Agar tidak terlambat bangun, Sobat Pesona bisa memulai perjalanan panjang atau menginap di Singaraja dan tidak perlu bangun terlalu awal.

Biasanya para operator wisata menyediakan paket wisata ke Pantai Lovina dari Kuta seharga Rp800.000 per orang. Penjemputan akan dilakukan sekitar pukul 03.00 WITA. Setelah tiba di Pantai Lovina, kapal-kapal pengamat lumba-lumba sudah siap menyambut dan bertolak dari pantai pada pukul 05:30 WITA.

Untuk dapat bisa pengalaman bersama lumba-lumba liar ini memang tidak bisa diprediksi waktu terbaiknya. Alam memang tidak bisa diatur sesuai kehendak kita. Saya bahkan hampir putus asa menunggu sekelompok lumba-lumba. Kami semua terdiam hening di atas perahu sambil mencari ke segala penjuru laut lepas.

Setelah satu jam menanti, seekor lumba-lumba tiba-tiba meloncat ke atas udara dan menghempaskan ke permukaan air! Suara air tersebut membuat kami semua tertawa bahagia. Rasanya memang berbeda dari menonton lumba-lumba di sirkus. Penantian yang terbayar dan sungguh momen yang mengharukan.

Penantian satu jam ini pun tidak hanya diberkati oleh kehadiran sekelompok besar lumba-lumba tetapi juga paus pilot. Bahkan menurut pemandu kami, mengatakan ini adalah hari keberuntungan kami. Paus Pilot jarang terlihat muncul di permukaan, sifat pemalu membuat mamalia satu ini lebih senang diam di kedalaman laut biru.

Ratusan lumba-lumba menari-nari di bawah permukaan laut dan sesekali melompat dari dalam air. Kejernihan air saat itu mengijinkan kami dapat melihat lumba-lumba berenang di sekitar kapal. Sedikit berpesan untuk teman-teman, sebaiknya kita turut mengingatkan meminta pengemudi kapal untuk tidak mengejar para lumba-lumba karena hal ini bisa mengganggu kegiatan berburu makanan mereka. 

Kapal-kapal akan menghalau ikan sehingga menjadi sulit buat mereka untuk berburu. Mematikan mesin lalu menikmati kehadiran mereka jauh lebih menyenangkan. Suara hembusan nafas paus pilot sangat menyenangkan. Saya amat beruntung!