Mau Bertualang ke Krayan? Ketahui Dulu Tantangannya

Sulitnya akses transportasi ke Dataran Tinggi Krayan membuat perjalanan begitu menantang , makanya harus dibarengi dengan perencanaan matang. Namun, seperti kata pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. Memang bukan perkara mudah untuk menuju Krayan, tapi bukan berarti mustahil.

Saya telah berbagi pengalaman saat datang ke Dataran Tinggi Krayan melihat tentang budaya, keindahan alam dan daya tarik Dataran Krayan, mulai dari Buduk Yuvai, melihat proses pembuatan garam gunung, hingga makam bangsawan Krayan. Untuk menuju ke lokasi-lokasi tersebut dan menyaksikan keindahannya, Sobat Pesona harus siap dengan medan Dataran Tinggi Krayan yang amat menantang.  Makanya, bagi Sobat Pesona yang suka bertualang, Dataran Tinggi Krayan harus segera masuk ke daftar tujuan wisata. 

Krayan menyajikan pemandangan hutan lebat yang cocok bagi Sobat Pesona yang ingin melakukan hikingtrekking, hingga off-road. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei Darussalam ini menyimpan tantangan tersendiri bagi petualang sejati. 

Sebelum ke Krayan, Sobat Pesona harus mengetahui medan yang harus ditempuh. Krayan adalah dataran tinggi yang aksesnya masih cukup sulit. Ditambah transportasi yang masih terbatas, perjalanan ini akan semakin terasa menantang. Transportasi yang paling cepat adalah dengan menggunakan pesawat dari Tarakan. Namun, jadwal penerbangan ini sangat terbatas dan bisa berubah sewaktu-waktu. Belum lagi batas muatan yang sangat sedikit. Jadi, terbayang, kan, betapa menantangnya untuk menuju ke Krayan?

Namun, seperti kata pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. Memang bukan perkara mudah untuk menuju Krayan, tapi bukan berarti mustahil. Jika Sobat Pesona ingin menuju Krayan, rute pertama adalah dengan melakukan perjalanan dengan pesawat ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan rute Tarakan ke Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, sekitar satu jam menggunakan pesawat Perintis.

Bagi Sobat Pesona yang baru pertama  kali naik Perintis, jangan kaget ketika akan melakukan proses check-inya. Jika check-in biasanya yang ditimbang hanya barang bawaan, tapi maskapai Perintis akan meminta Sobat Pesona untuk ditimbang juga. Maklum, kapasitas pesawat ini tidak banyak yaitu hanya empat hingga belasan orang saja. Keunikan pesawat Perintis adalah kabin dan kokpit yang menjadi satu. Jadi, Sobat Pesona bisa melihat pilot dan co-pilot saat menerbangkan pesawat. Seru, ya!

Ada dua maskapai lain yang bisa dipilih Sobat Pesona untuk melakukan rute tersebut yaitu Susi Air dan Avia Star. Kedua maskapai ini masuk ke dalam perusahaan yang menerima subsidi dengan harga tiket 600 ribu hingga 800 ribu rupiah. Sobat pesona juga harus memesan tiket seminggu sebelum tanggal berangkat. Tersedia pula maskapai non subsidi yaitu Alda Air dengan harga tiket sekitar satu juta rupiah.

Setelah tiba ke Long Bawan, perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten Nunukan, titik terdekat ke Krayan, yang harus dilanjutkan dengan perjalanan darat. Hampir semua kendaraan untuk menuju ke Krayan menggunakan "ban pacul" alias ban off-road. Ini karena jalanan di sana belum terbangun sepenuhnya.

Untuk menyewa mobil off-road ini, Sobat Pesona harus menyediakan dana sekitar 1,2 juta rupiah untuk pemakaian sehari, lengkap dengan supirnya. Sementara untuk motor, harganya mulai seratus ribu hingga empat ratus ribu rupiah.

Tarif homestay di Nunukan mulai dari 250 ribu rupiah per malam. Satu kamar bisa diisi dua orang lengkap dengan paket makan tiga kali sehari. Jika Sobat Pesona mau menggunakan jasa pemandu lokal, tarifnya mulai 300 ribu hingga 350 ribu rupiah. Jadi, sudah siap berpetualangan ke Krayan?