Melawan Dingin Demi Sunrise di Cukul Pangalengan

Kami memilih menginap dulu sebelum berangkat ke Cukul Pangalengan yang berada di kawasan kebun teh Malabar yang kelola PTPN VII. Berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan air laut, Cukul Pangalengan memiliki spot untuk menyaksikan sunrise yang sangat istimewa.

Hari sudah malam saat saya dan tim tiba di Situ Cileunca, Desa Sukalayu, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung. Untuk tiba di Situ Cileunca, Sobat Pesona bisa berkendara langsung dari Tol Cipularang menuju Bandung, lalu keluar menuju Ciwidey. Kebetulan kami datang dari arah Jakarta dan harus melalui jarak 187 km.

Kami memilih menginap dulu sebelum berangkat ke Cukul Pangalengan yang berada di kawasan kebun teh Malabar yang kelola PTPN VII. Berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan air laut, Cukul Pangalengan memiliki spot untuk menyaksikan sunrise yang sangat  istimewa. Untuk tiba di sini, kami harus berkendara selama 15 menit untuk menempuh jarak 8 km dari Situ Cileunca.

Nah, dari atas bukit yang disebut Puncak Giri, kita bisa menikmati keindahan panorama kebun teh membentang indah.  Memandang ke arah bawah, kita bisa melihat jalanan meliuk dan  kendaraan hilir mudik. Kami duduk sambil menanti sang surya hadir memecah kegelapan pagi. 

Suhu udara yang cukup dingin dan angin kencang di atas bukit. Jika Sobat Pesona datang saat musim kemarau, kita akan disambut dengan kabut putih yang melintas menutup di atas hamparan kebun teh. Lalu, serta merta pancaran sinar matahari pagi menyelinap di sela-sela pohon. Indah sekali!

Usai melihat sunrise, kita bisa kembali menyisir area perkebunan. Pulangnya kita melewati area belakang dekat danau dan menuju jalan raya mendekat kearah Vila Jerman. Villa yang sudah ada sejak jaman kolonial Belanda ini tetap dipertahankan dan direnovasi walau sudah rusak saat gempa tahun 2009.

Dari sisi danau,  Sobat Pesona bisa melihat keindahan pemandangan refleksi pepohonan dan bunga teratai mekar indah di tepi danau.  Di area parkir terdapat warung yang menjual pisang goreng dan kopi atau teh hangat. Sangat cocok untuk melepas lelah setelah naik ke Puncak Giri.

Suhu di Puncak Giri ini cukup dingin, terlebih jika Sobat Pesona juga ingin menikmati matahari terbit. Untuk itu, siapkan jaket atau pakaian yang bisa membantu menghangatkan tubuh. Yuk, datang ke Puncak Giri dan menikmati matahari terbit di tengah suhu yang dingin. Siapa berani?