Berkat Media Sosial, Mendaki Gunung Makin Kondang

Banyaknya orang yang mendaki gunung saat ini juga berimbas pada bisnis jasa. Sekarang sudah ada jasa open trip bagi orang-orang yang ingin naik gunung tetapi tidak punya teman mendaki.

Semakin ramainya dunia media sosial zaman sekarang sungguh membuat mudah orang belajar dan terbawa arus yang sedang digemari di masyarakat. Ketika dulu aku rajin naik gunung pada 2004 hingga beberapa tahun setelahnya, mayoritas hanya orang-orang dengan panggilan hati dan kemauan sendirilah yang mendaki gunung. Namun, setelah adanya film Indonesia yang mengisahkan perjalanan mendaki gunung dan menunjukkan keindahan gunung tersebut, didukung dengan tersebarnya hal tersebut di media sosial, orang-orang Indonesia semakin banyak yang mencoba mendaki gunung.

Hal itu tentu merupakan dampak yang positif. Tanpa film tersebut dan media sosial, pasti banyak anak muda yang takut untuk mencoba atau tidak terpikir sama sekali untuk mendaki gunung. Saat mereka melihat posting-an foto-foto teman-teman mereka yang menunjukkan betapa indahnya pemandangan alam di gunung, tergeraklah hati mereka untuk mencoba dan melihat keindahan tersebut dengan dengan mata kepala sendiri.

Dari sekian banyak gunung di Indonesia, berikut adalah sebagian gunung-gunung yang sering menjadi destinasi mendaki saat ini terutama oleh teman-teman di sekitarku, dan aku sendiri, yang mungkin bisa kalian coba. Gunung-gunung tersebut adalah Gunung Salak, Gunung Gede, Gunung Semeru, Gunung Rinjani, Gunung Prau, Gunung Lawu, Gunung Ciremai, Gunung Papandayan, Gunung Slamet–Sindoro–Sumbing (Triple S) dan masih banyak lagi.

Banyaknya orang yang mendaki gunung saat ini juga berimbas pada bisnis jasa. Sekarang sudah ada jasa open trip bagi orang-orang yang ingin naik gunung tetapi tidak punya teman mendaki. Open trip memudahkan para pendaki terutama pendaki pemula. Melalui open trip, mereka hanya perlu menyiapkan mental serta fisik yang kuat. Segala kebutuhan di gunung sebagian besar akan diurus dan disiapkan oleh pihak penyelenggara open trip.

Namun selalu ada imbas dari maraknya sebuah kegiatan, kaitannya dengan hal ini adalah pendakian gunung. Di sisi baik, semakin banyak orang peduli dengan alam dan dekat dengan dirinya sendiri. Sebab, bagi sebagian orang, pendakian gunung merupakan perjalanan mengenal diri sendiri. Di sisi buruknya, tidak semua orang mengerti bagaimana cara menjaga alam walaupun mereka tahu bahwa alam itu indah. Sampah-sampah berserakan, banyak tumbuhan rusak.

Kelompok open trip, terlebih komunitas pendakian, harus banyak mengedukasi hal ini kepada para anggotanya. Jika ini berjalan, tentu ranger gunung akan sangat terbantu karena para pendaki telah dibekali rasa kepedulian akan kebersihan alam yang di dalamnya meliputi tanaman dan tanah di sekitar mereka. Semoga mereka yang merasa terpanggil hatinya tidak jenuh untuk mengingatkan dan menjalankan kampanye tentang kebersihan gunung apapun bentuknya. Yuk, kita jaga alam dan gunung di Indonesia!