Motif Unik Kain Tenun Ikat Alor Khas Pulau Ternate

Menyebut nama Pulau Ternate, Sobat Pesona pasti akan langsung mengingat satu pulau dan kota terkenal di Maluku Utara. Tapi Pulau Ternate tempat tenun ikat khas Nusa Tenggara ini ada di Kepulauan Alor di dekat Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.

Nusa Tenggara Timur tak akan pernah habis untuk dijelajahi. Bukan hanya keindahan ketiga pulau yang ada di sana, tapi juga keunikan kain tenun yang khas. Ada kain tenun motif khas Maumere, Waingapu, Sumba, Lembata, Sabu dan Alor. Masing-masing memiliki ciri khas kain tenun ikat, tapi motif Alor adalah yang paling unik. 

Sobat Pesona bisa melihat sendiri proses pembuatan kain tenun yang dibuat oleh masyarakat di Pulau Ternate.  Untuk menuju ke sana, Sobat Pesona harus naik perahu dari dermaga kecil  di Desa Kokar, sekitar 45 menit perjalanan mobil dari Kota Kalabahi.

Tidak butuh waktu lama dengan perahu motor untuk menyeberang ke Pulau Ternate. Andai beruntung, Sobat Pesona akan menjumpai banyak kawanan lumba-lumba di tengah perjalanan. Sangat cantik dan atraktif.

Pulau Ternate merupakan pulau kecil yang sangat kering.  Pulau ini memiliki empat kampung, yaitu Kampung Umapura, Kampung Bogakele, Kampung Biatabang, dan Kampung Abangbul.  Untuk kebutuhan air bersih, masyarakat setempat mendapatkannya dari dua sumur alam air tawar.

Tidak jauh dari dermaga pulau, ada tanah lapang yang digunakan untuk menenun dan menjemur serta memamerkan tenun ikat produksi warga lokal.  Hampir setiap perempuan memproduksi kain tenun dan menjadi mata pencaharian utama masyarakat Pulau Ternate. Sobat Pesona akan menemui banyak mama-mama dan anak anak sedang menenun  di sana. Sebagian menenun di emperan rumah mereka.

Apa yang menjadi keistimewaan tenun ikat Alor?  Tenun Ikat dari Pulau Ternate memiliki corak-corak dan warnanya yang beraneka ragam dan motif yang berbeda dengan yang ada di pulau-pulau yang lain. Karena dekat dengan laut, motif kain tenun dibentuk mirip biota laut seperti kepiting, cumi-cumi, teripang, ikan, dan kura-kura.

Ada beberapa kain tenun yang memiliki motif gajah. Motif gajah ini dikenal yang paling unik karena mamalia besar itu sebenarnya tidak pernah ada di wilayah tempat tinggal mereka.  Namun, para penenun sudah membuat motif gajah ini secara turun-temurun yang mereka tidak dapat menjelaskan kapan tepatnya motif ini mulai dibuat di Pulau Ternate.

Keistimewaan lain dari kain tenun ikat Alor adalah cara pembuatannya yang menggunakan mesin pintal dan tenun sederhana dan memakai pewarna alami dari tumbuhan dan  hewan laut  seperti ikan dan teripang.   Harga yang ditawarkan juga sangat murah untuk ukuran tenun ikat, sekitar Rp 600.000 sampai Rp 900.000. Jadi kapan Sobat Pesona akan berangkat ke Pulau Ternate? Ingat Pulau Ternate di Nusa Tenggara Timur, ya.