Segara Anak, Surga Tersembunyi di Gunung Rinjani

Bersua dengan cantiknya Segara Anak di Gunung Rinjani seringkali menjadi penawar rasa lelah saat menjelajahi Gunung Rinjani hingga menuju puncaknya.

Segara Anak merupakan danau vulkanik yang terbentuk di kaldera Gunung Rinjani. Tak mudah untuk mencapai lokasinya. Kareana Segara Anak berada di ketinggian sekitar 2.000 mdpl. Butuh waktu sekitar 6-7 jam untuk mendaki menuju Segara Anak. Namun keindahannya memang tak perlu diragukan lagi. Banyak wisatawan yang rela mendaki Gunung Rinjani hanya untuk berkunjung ke Segara Anak.

Nama Segara Anak memiliki arti ‘anak laut’. Hal ini karena air di Segara Anak berwarna biru seperti air laut. Segara Anak punya kedalaman mencapai hingga 230 meter, dan luasnya mencapai 1.100 hektar. Walaupun berada di ketinggian, tetapi air di Segara Anak justru terasa hangat. Hal ini karena adanya aktivitas vulkanik yang terjadi di dasar danau.

Istimewanya, pemandangan di Segara Anak ada Gunung Baru Jari. Dalam bahasa setempat, ‘baru jari’ berarti ‘baru jadi’. Gunung ini letaknya di sisi timur kaldera Gunung Rinjani, dan berada di tengah-tengah Segara Anak. Pendakian menuju Segara Anak bisa dimulai dari Desa Senaru atau Desa Sembalun Lawang. Dua jalur ini merupakan jalur paling sering digunakan untuk menuju ke Segara Anak.


Beragam Aktivitas Menarik di Segara Anak
Ada beberapa aktivitas menarik yang bisa kita lakukan di Segara Anak. Misalnya, aktivitas memancing. Di  Segara Anak ibarat surga di ketinggian, ada beragam jenis ikan di sana, seperti nila, ikan mujair, dan ikan mas. Ikan-ikan ini banyak terdapat di Segara Anak berkat proses pembibitan yang dilakukan oleh pemerintah setempat pada tahun 1985. Sirkulasi air yang baik di Segara Anak sangat mendukung pembibitan ikan-ikan tersebut. Hasilnya kini bisa dinikmati oleh wisatawan.

Jika ingin lebih lama menikmati suasana alam khas Segara Anak, kita bisa berkemah di sana. Di sekitar Segara Anak memang terdapat beberapa titik lapang yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Di dekat Segara Anak terdapat beberapa sumber air panas. Banyak pendaki yang mampir, baik itu untuk sekedar mencelupkan kaki maupun berendam melemaskan otot-otot yang lelah.

Masih ingin berpetualang? Jelajahi Gua Susu, Gua Manik, dan Gua Payung yang letaknya tak jauh dari Segara Anak.


Kearifan Lokal
Segara Anak sangat berkaitan erat dengan kearifan lokal Suku Sasak dan umat Hindu Bali. Danau ini dianggap sakral dan memiliki nilai religius. Tak jarang berbagai ritual dilakukan masyarakat Suku Sasak dan Umat Hindu. Misalnya, tradisi Mulang Pakelem yang diadakan tiap lima tahun sekali.

Mulang Pakelem, upacara besar umat Hindu untuk memberikan sesaji, menyembelih hewan, dan menenggelamkan benda-benda berharga ke Segara Anak. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memohon dan menjaga keharmonisan alam semesta. Umat Hindu percaya dengan memberikan pengorbanan suci maka alam dapat dibersihkan dari kekuatan jahat, dan manusia dapat hidup harmonis dengan alam sekitarnya.

Di sekitar Segara Anak juga terdapat sebuah pohon tua yang dikeramatkan. Masyarakat setempat percaya bahwa dengan melakukan ritual khusus, keinginan yang belum tercapai bisa segera terkabulkan melalui perantaraan pohon ini.

Segara Anak layaknya surga tersembunyi di Gunung Rinjani. Tak hanya kaya pesona, tetapi juga kaya akan nilai adat leluhur. Tertarik mengunjunginya?