Uniknya Wayang Bambu dari Bogor yang Amat Menghibur

Proses pembuatannya wayang diawali dengan mencari bambu yang sudah agak tua. Setelah bambu dipilih, lalu dibelah, disebet (dipotong tipis) dan dihaluskan.

Didominasi oleh bahan bambu, inilah keistimewaan dari wayang yang ada di Bogor, Jawa Barat, ini. Bermula dari ide kreatif Adi Drajat Iskandar alias “Kang Drajat” yang membuat kerajinan seni wayang. Kang Drajat merasa tidak perlu bahan-bahan yang malah untuk membuat wayang. Kemudian dibuatlah wayang golek dari pohon bambu tua yang kemudian disebut sebagai wayang bambu.

Dalam membuat wayang bambu, Kang Drajat mengajak mengajak pemuda dari Kampung Cijahe, Kelurahan Curug Mekar untuk berperan serta. Tujuannya agar dapat membantu perekonomian keluarga perajin sekaligus memperkenalkan wayang bambu.

Proses pembuatannya wayang diawali dengan mencari bambu yang sudah agak tua. Setelah bambu dipilih, lalu dibelah, disebet (dipotong tipis) dan dihaluskan.  Bambu yang sudah halus lalu ditekuk secara perlahan dan dilipat agar membentuk wajah karakter yang diinginkan, seperti Gatot Kaca dan lainnya. Butuh ketelitian dan keuletan dalam proses ini karena bambu sangat tipis dan rentan patah atau rusak.

Bambu yang sudah dibentuk seperti Gatot Kaca lalu dihias dengan manik-manik warna-warni satu per satu pada pakaian dari kain batik. Tak lupa bagian kepala wayang juga dihias untuk menambah daya tarik dan agar penampilan Gatot Kaca semakin perkasa.

Keunikan dari wayang bambu adalah bagian lehernya bisa digerakkan. Dalang bisa membuat gesture seperti wayang seolah sedang bernafas, berbeda dengan wayang lainnya.

Butuh waktu 3 hingga 7 hari bagi Kang Drajat dan rekan-rekannya untuk menyelesaikan satu karakter wayang. Satu wayang bambu diberi harga mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 3.000.000. Tergantung pada ukuran dan kerumintan wayang bambu itu sendiri.

Kang Drajat membuat satu karakter unik bernama Mak Ijot. Mak Ijot digambarkan sebagai wanita paruh baya dengan penampilan nyentrik, berbaju kuning dan berdandan menor.

Bukan hanya membuat, Kang Drajat juga sangat mahir menjadi dalang. Beliau aktif di berbagai acara sambil mengadakan sosialisasi wayang bambu ke sekolah-sekolah yang ada di Bogor. Sambil mendalang, Kang Drajat memberikan pesan moral untuk anak-anak tentang pendidikan, menjaga lingkungan dan bagaimana mencintai sesama. Di sini, tokoh andalan yang sering digunakan adalah Mak Ijot dan Cepot.

Untuk wayang bambu yang dijadikan souvenir biasanya akan dikemas di dalam kaca agar tidak berdebu. Wayang bambu yang dijual mulai dari bentuk Arjuna, Kresna, Sadewa, Rama, Shinta, Si Cepot dan tentu saja Gatot Kaca.

Wayang bambu kini tak hanya menjadi bagian dari budaya, tapi juga sebagai bentuk komunikasi verbal. Kehadiran wayang bambu yang dinikmati masyarakat adalah bentuk dari keakraban manusia dengan budaya yang harus dilestarikan.