Bukit Matang Kaladan, Tak Kalah Indah dari Raja Ampat

Setidaknya butuh waktu sekitar 30 menit untuk mencapai puncak dari Bukit Matang Kaladan. Namun, sekalinya mencapai di bibir bukit, rasa lelah bakal langsung terbayarkan dengan pesona alam khas Bukit Matang Kaladan yang memesona dipandang mata.

Bukit Matang Kaladan berada di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Tepatnya berada di sekitar Dermaga Bendungan Riam Kanan, atau kira-kira 25 km dari pusat kota Banjarbaru. Kabarnya keindahan dari Bukit Matang Kaladan ini bisa menyaingi indah gugus pulau di Raja Ampat, Papua Barat.

Bukit Matang Kaladan adalah atraksi wisata alam yang menyuguhkan kompleks perbukitan hijau. Yang menarik, perbukitan ini mengelilingi danau di tengahnya. Danau yang dimaksud adalah bendungan Riam yang membendung delapan sungai dari Pegunungan Meratus. Bendungan ini juga sangat vital karena menjadi sumber energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air di wilayah Banjarmasin.

Panorama barisan bukit hijau bersambut dengan atmosfer sejuk yang ditawarkan oleh wilayah Banjarbaru. Sesekali, siulan burung menyatu serasi dengan hembusan angin sedang yang bikin kita betah berlama-lama di sini.

Bukit Matang Kaladan turut menawarkan beberapa titik yang cocok untuk berburu foto Instagrammable. Tersedia juga hammock yang disiapkan warga guna menunjang kenyamanan kamu selama berada di puncak bukit. Jika berada di atas bukit Matang Kaladan akan terasa mirip seperti yang ditawarkan oleh Pulau Wayag di Raja Ampat.

Namun, untuk mencapai puncak dari Bukit Matang Kaladan bukan pekerjaan yang mudah. Kita harus menyiapkan fisik dan perlatan tertentu demi menaklukkan bukit Matang Kaladan yang kemiringannya bisa mencapai 60 derajat.

Ada dua jalur yang bisa kita lewat untuk menuju ke puncaknya. Pertama, jalan setapak yang sebagian dipasangi anak tangga, kemudian hanya mengandalkan akar pohon yang ada. Sebelum sampai di puncak, di mana jalur mulai lebih curam, kita akan menemukan susunan ban bekas berwarna-warni untuk berpijak. Jalur ini memang relatif lebih susah untuk dilalui, karena agak curam dan tidak tertutupi pepohonan sehingga cukup terik.

Sedangkan jalur kedua yang lebih landai, cocok sekali bagi yang memiliki waktu lebih banyak untuk berada di area ini. Hal tersebut dikarenakan suasana berada di hutan, bedanya terdapat jalan setapak yang mengarah hingga puncak.

Bukan hanya trek yang curam, hembusan angin darat pun siap mengganggu pendakian kita, Sobat. Namun, tenang, pihak pengelola sudah menyediakan tali bagi setiap wisatawan yang ingin mendaki hingga puncak Matang Kaladan.

Setidaknya butuh waktu sekitar 30 menit untuk mencapai puncak dari Bukit Matang Kaladan. Namun, sekalinya mencapai di bibir bukit, rasa lelah bakal langsung terbayarkan dengan pesona alam khas Bukit Matang Kaladan yang memesona dipandang mata.

Soal tiket masuk, kita akan dikenakan biaya retribusi Rp3.000 untuk sekali masuk ke kawasan Bukit Matang Kaladan.