Rahasia Beras Adan dari Krayan yang Diincar Negara Tetangga

Kecamatan Krayan terdiri dari 65 desa dengan luas sawah sekitar 3.600 hektar dan mampu memproduksi beras hingga 8.500 ton per tahun. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani sejak ratusan tahun yang lalu.

Program konservasi Heart of Borneo (HOB) atau Jantung Kalimantan dibentuk atas kesepakatan tiga negara: Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Ketiga negara ini setuju untuk melakukan misi konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Pulau Kalimantan sejak 2007.  Inisiatif HOB mengusung program konservasi dan pembangunan berkelanjutan tertuang dalam Rencana Aksi Strategis 

Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di dunia. Luasnya mencapai satu persen Bumi dan memiliki sekitar enam persen dari biodiversitas planet ini. Dengan potensi ini, Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam membuat kerjasama yang mendukung tujuh fungsi penting HOB, salah satunya adalah dengan melimpahnya keanekaragaman hayati.

Ada kearifan budaya tradisional dari masyarakat yang tetap dijaga dalam misi konservasi. Terbukti dari terpeliharanya tanaman pangan organik. Salah satu yang terpenting adalah padi dengan berbagai varietas dan jenis yang hanya bisa ditemukan dan tumbuh di Krayan.

Kecamatan Krayan terdiri dari 65 desa dengan luas sawah sekitar 3.600 hektar dan mampu memproduksi beras hingga 8.500 ton per tahun. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani sejak ratusan tahun yang lalu. Namun, masyarakat Krayan tidak mengubah tradisi bertani yang telah dianut oleh pendahulu mereka dan didukung dengan keaslian alam yang masih sangat terjaga hingga sekarang. 

Beberapa kecamatan di Krayan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kayan Mentarang yang dekat dengan Brunei Darussalam dan Serawak, Malaysia. Kedua negara tersebut amat mengidolakan beras hasil panen masyarakat Krayan. Bahkan ada kabar bahwa kedua negara tersebut pernah membawa bibit padi dari Krayan untuk ditanam di negaranya. Namun, hasilnya tidak seenak produksi masyarakat lokal. Apa, ya, rahasianya?

Ada tiga jenis beras yang menjadi unggulan Krayan yaitu Adan Putih, Adan Hitam dan Adan Merah. Dalam bahasa asli Suku Dayak Lundayeh, ketiga beras itu disebut Pade Adan BudaAdan Hitem dan Adan Sia. Bibit padi ini berasal dari hasil budidaya masyarakat Krayan.

Keunggulan beras Adan ini terletak pada aroma yang khas dan tekstur yang halus. Tak heran jika Malaysia dan Brunei Darussalam selalu mengimpor beras dari Krayan yang menjadi pangan utama mereka.

Beras Adan merupakan hasil pertanian organik masyarakat Krayan dengan memanfaatkan air pegunungan sebagai irigasi. Masyarakat Krayan juga tidak menggunakan bahan kimia. Apalagi ladang padi bebas dari polusi yang menjadikan beras ini terjamin mutunya.

Selain rasanya yang lezat, beras Adan memiliki kandungan gizi yang tinggi, mulai dari vitamin B2, mineral ferum, psophorus hingga kalsium. Beras Adan juga diklaim memiliki kandungan protein tinggi dengan kadar lemak yang lebih sedikit dari beras biasa.