Mulu Bebe, Pisang Goreng Renyah Khas Jailolo

Bentuknya khas, melengkung menyerupai mulut bebek. Pisang goreng mulu bebe paling pas dicocol dengan sambal roa, sambil meneguk air kelapa muda dingin dan pemandangan indah laut biru atau matahari terbenam.

Barangkali kamu pernah membayangkannya, nikmatnya kuliner lokal ditemani pemandangan indah dan menarik? Mencicipi makanan atau meneguk minuman khas daerah di tepi pantai, sambil sekadar berbagi cerita di tempat-tempat indah, selalu menciptakan pengalaman liburan yang tak terlupakan.

Mengunjungi Jailolo, Halmahera Barat, keindahan pantainya akan semakin nikmat ditemani lezatnya kudapan khas Jailolo. Kalau Sobat Pesona tahun ini melewatkan Festival Teluk Jailolo di Pantai Lapasi atau Teluk Jailolo, jangan sampai lewatkan momen matahari terbenam. Menyakisikan perubahan warna-warni langit dari biru hingga kuning kemerahan, ditemani sepiring pisang goreng mulu bebe!


Mulut Bebek dan Sambal Roa
Pisang goreng mulu bebe merupakan salah satu kuliner khas yang biasa disajikan di sejumlah lokasi wisata di Jailolo. Pisang mulu bebe memang salah satu tanaman pangan khas di Maluku Utara. Tanaman ini paling banyak tumbuh di Pulau Halmahera. Menurut beberapa sumber, pisang ini belum dijumpai di daerah lain di luar Maluku Utara.

Diberi nama ‘mulu bebe’, mungkin karena buah pisang ini memiliki bentuk yang khas, yakni melengkung menyerupai mulut bebek. Pisang goreng mulu bebe paling pas dicocol dengan sambal roa, sambil meneguk air kelapa muda dingin. Bagi yang menyukai minuman hangat, bisa mencobanya dengan air guraka.

Berbagi cerita di teluk Jailolo, di antara hamparan pasir juga mangrove yang berderet sepanjang teluk, menambah kenikmatan yang membuat kamu tentu tak ingin cepat-cepat kembali ke rumah. Yuk, tambah lagi pisangnya!


Foto : Rajif Duchlun