Asia-Afrika, Jalan Bersejarah Yang Instagramable

Jalan Asia-Afrika dulu merupakan jalan yang dilalui para pemimpin dan delegasi dari dua benua untuk melakukan perjalanan bersejarah ke Gedung Merdeka (Sekarang Museum Konferensi Asia Afrika). Jalan Asia-Afrika kini merupakan salah satu kawasan paling ikonik di pusat Kota Bandung.

Kota Bandung hingga saat ini masih menjadi salah satu kota favorit destinasi wisatawan untuk menikmati liburan. Baik itu liburan akhir pekan maupun libur panjang, kota kembang merupakan tempat populer untuk berwisata. Mulai dari
wisata belanja, hingga wisata sejarah yang menyuguhkan deretan bangunan berarsitektur Belanda.

Salah satu kawasan paling ikonik di Bandung adalah Jalan Asia Afrika. Kawasan jalan tersebut rencananya akan menjadi tempat pelaksanaan puncak acara Asia-Afrika Festival (AAF) pada 29 Juni 2019 yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.


Kawasan Gedung Bersejarah
Pelaksanaan kemeriahan AAF yang digelar dalam rangka memperingati sejarah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT Asia-Afrika atau KAA) 64 tahun silam itu, sudah berlangsung keempat kalinya sejak 2015. KAA merupakan konferensi antar negara Asia dan Afrika yang pada saat itu sebagian besar diikuti oleh negara yang baru memperoleh kemerdekaan.

Semangat melawan kolonialisme dan neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, dan negara imperialis lainnya lah yang mempersatukan negara-negara tersebut sehingga terlaksanalah KAA di Gedung Merdeka, pada 18-24 April 1955. Selain itu, konferensi tersebut juga dijadikan sebagai wadah menjalin kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika.

Jalan Asia-Afrika dulu merupakan jalan yang dilalui para pemimpin dan delegasi dari dua benua untuk melakukan perjalanan bersejarah ke Gedung Merdeka (Sekarang Museum Konferensi Asia Afrika). Jalan Asia-Afrika kini merupakan salah satu kawasan paling ikonik di pusat Kota Bandung.

Deretan gedung peninggalan jaman kolonial, masih berdiri megah di kawasan Jalan Asia Afrika. Beberapa diantaranya yaitu Gedung Merdeka, Gedung De Vries, dan Savoy Homann terdapat di Jalan Asia-Afrika.

Selain menyuguhkan deretan bangunan sejarah peninggalan kolonial Belanda, kawasan tersebut selalu ramai dikunjungi karena suasananya yang instagramable dilengkapi berbagai aktifitas di dalamnya. Jangan heran saat melewati ruas jalan tersebut kendaraan akan tersendat bahkan berhenti, karena kemacetan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan itu.

Mengunjungi puncak acara karnaval AAF merupakan pilihan terbaik bagi anda yang memiliki rencana wisata ke Kota Bandung. Kemeriahannya sayang untuk dilewatkan karena menyuguhkan perpaduan seni, budaya, sosial, dan keberagaman negara Asia dan Afrika. Menurut Kepala Seksi Promosi Produk Budaya dan Kesenian Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, Rendra Karjawan mengatakan acara tersebut akan melibatkan sekitar 2 ribu peserta dari dalam dan luar negeri.

Setiap delegasi dari luar negeri akan memakai pakaian tradisional, menampilkan seni tradisi masing-masing negara, termasuk dari Indonesia, tradisi khas Jawa Barat, juga Bandung.


Foto : Shevarkana Indra