Taman Pasuk Kameluh, Piknik Keluarga di Jantung Palangkaraya

Suasananya asri, berdekatan dengan Jembatan Kahayan serta Tugu Soekarno, menjadikan Taman Pasuk Kameloh tempat melepas penat bersama keluarga yang ideal di Palangkaraya.

Selain gelaran Festival Budaya Isen Mulang 2019 (17-22 Juni), Palangkaraya juga memiliki tempat wisata keluarga yang sayang untuk dilewatkan. Taman Pasuk Kameloh yang terletak di Jalan S. Parman, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu tujuan rekreasi masyarakat melepas penat setelah beraktivitas.

Taman Pasuk Kameloh dibangun pada masa pemerintahan Wali Kota Palangkaraya HM Riban Satia, mampu menyedot kunjungan wisatawan lokal kendati baru diresmikan pada 2017 lalu. Bahkan taman wisata ini menjadi destinasi andalan baru di Palangkaraya. Setiap hari tercatat sebanyak seribu pengunjung. Jumlah yang cukup fantastis untuk destinasi wisata baru.

Pasalnya, selain lokasinya berada di jantung Kota Palangkaraya, juga lantaran warga tidak perlu mengeluarkan kocek untuk masuk ke ruang terbuka hijau ini. Taman ini juga memiliki keunggulan lain dibandingkan destinasi lainnya, yakni berdekatan dengan Jembatan Kahayan dan Tugu Soekarno.


Taman Gadis Cantik
Pasuk Kameloh diambil dari bahasa Dayak, memiliki makna bakul gadis, yang artinya barang yang dimiliki seorang gadis. Kameloh lebih identik dekat dengan bakul perempuan cantik. Namun sebagian masyarakat juga mengartikan Pasuk Kameloh seperti kantong semar yang mengeluarkan panorama keindahan.

Di Taman Pasuk Kameloh, masyarakat dimanjakan dengan keasrian taman, pepohonan dan spot-spot cantuk untuk berswafoto. Ditambah lagi dengan keberadaan air mancur dan penempatan patung burung tingang di pintu masuk, persis di samping Jembatan Kahayan yang masih menyatu dengan bagian taman. Bunga-bunga hias yang diterangi lampu taman juga akan terlihat indah saat malam hari. Burung tingang sendiri merupakan satwa endemik sekaligus maskot Kalimantan Tengah yang sayangnya populasinya mulai berkurang di habitat aslinya.

Terlebih lagi setelah dibangun masjid terapung di atas Sungai Kahayan yang berada di kawasan taman ini. Semakin membuat masyarakat betah menghabiskan waktu bersama keluarga, apalagi jika memasuki musim libur, kian ramai menjadi pilihan untuk wisata keluarga. Hadirnya masjid dengan kontruksi minimalis dengan kubah kerucut ini menambah daya tarik bagi para wisatawan untuk singgah dan menikmati indahnya Taman Pasuk Kameloh, terutama di malam hari.

Masjid yang diberi nama Darul Amin ini, setiap saat dibuka untuk umum. Bangunan masjid ini juga tak lepas dari dari sejarah berdirinya Kota Palangkaraya. Masjid Darul Amin memiliki tujuh kubah dan 57 anak tangga, melambangkan tanggal berdirinya Kota Palangkaraya, pada 1 Juli 1957.

Memang tak salah jika Taman Pasuk Kameloh menjadi destinasi andalan bagi keluarga yang menginginkan wisata murah tetapi dengan suguhan panorama di pinggir sungai yang masih alami dan keasrian taman yang sangat terjaga.


Foto : Tiva