Akrab dengan Gajah di Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas terletak di kecamatan Labuhan Batu, Lampung Timur. Jenis gajah yang ada di area ini adalah jenis Elephas maximus sumatranus.

Gajah merupakan binatang yang bertubuh besar dan lucu. Sikap geraknya terlihat tenang dan lambat,  tapi bagi saya sangat menggemaskan.  Nah kalau sudah ke Taman Nasional Way Kambas di Lampung,  saya tak sanggup untuk menunggu karena sangat ingin melihat mamalia ini.

Sungguh puas melihat gajah di sini karena melihat binatang di habitat aslinya tentu lebih seru kan daripada di kebun binatang.  Jalanan gersang seketika berubah rindang, area hijau Taman Nasional mulai terasa, serta merta dari kejauhan monyet-monyet lucu mulai bermunculan di tepi jalan.  Walau monyet-monyet kerap saya temukan di objek wisata di daerah lain, tapi monyet di kawasan ini tak galak dan mengambil barang.  Mereka bahkan masih terlihat takut bertemu manusia.

Hati tak sabar ingin bersua gajah. Mata say mulai nanar kesana kemari mencari-cari gajah.   Nah, Taman Nasional Way Kambas terletak di kecamatan Labuhan Batu, Lampung Timur.  Jenis gajah yang ada di area ini adalah jenis Elephas maximus sumatranus.  Sebelum ditetapkan menjadi Taman Nasional Way Kambas pada 1999, area ini di kenal dengan PLG (Pusat Latihan Gajah) yang mulai berdiri sejak tahun 1985.  Namun sekarang lebih dikenal sebagai PKG (Pusat Konservasi Gajah) yang bertujuan tak hanya melatih gajah, tapi juga menjadi pusat konservasi gajah. Jarak tempuh sekitar 150 km dari pusat Kota Bandar Lampung menuju Lampung Timur yang bias ditempuh dalam waktu 2 jam.

Saat itu, ada lebih dari 10 gajah kami temukan di area lapangan rumput nan luas.  Mereka sedang asik memamah rumputan hijau. Gajah-gajah tampak segar dan gemuk, walau gadingnya tampak sudah tak runcing lagi. Berhati-hatilah menginjakkan kaki di sela rerumputan, karena kotoran gajah sebesar bola kaki bertebaran di mana-mana.

Dari kejauhan seorang mahout (pawang gajah) segera ia menghampiri kami dan  mengantarkan ke gerombolan gajah lain yang sedang istirahat.  Seekor induk dengan gajah kecil bernama April, sedang bercengkerama.  Sang induk memberikan kakinya untuk kami agar bisa berpose dengannya.  Namun, April sibuk srundukan ndusel di antara kaki Sang Ibu.  Lucu dan menggemaskan.  

Tetap tetap saja mereka gajah berbadan besar hingga berkali-kali mahout memperingatkan kami untuk berhati-hati.  Layaknya manusia, mahout mengajak ngobrol gajah-gajah didikannya, seperti seorang  ayah pada anaknya.  Akrab dan penuh kehangatan.

Atraksi gajah ,safari gajah dan berbagai  hiburan lainnya ditampilkan di akhir pekan. Pada hari biasa, atraksi gajah jarang ditampilkan karena pengunjung lebih ramai di akhir pekan.  Saya berharap Taman Nasional Way Kambas terus agar terus lestari dan terjaga.  Dan kita, sebagai pengunjung, wajib menjaga lingkungan dengan tak membuang sampah sembarangan, serta memelihara sarana yang telah di bangun disana. Yuk, ke Taman Nasional Way Kambas dan rasakan kedekatan kita dengan hewan bertubuh besar ini!