Gunung Rinjani Selalu Jadi Incaran Para Pendaki

Tak hanya punya pemandangan yang indah. Gunung Rinjani juga selalu menantang untuk ditaklukkan. Rute yang sulit namun dengan pemandang indah. Bikin Rinjani selalu jadi incaran para pendaki.

Suka mendaki? Rasanya tak akan lengkap jika belum berhasil menaklukan kegagahan Gunung Rinjani. Gunung berapi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat ini cukup populer di kalangan pendaki. Gunung Rinjani berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Tingginya mencapai 3.726 mdpl, dan menawarkan pemandangan alam yang indah.

Menariknya, Gunung Rinjani bukan sekedar objek yang menarik untuk wisata alam. Gunung Rinjani memiliki makna yang lebih sakral. Gunung ini sangat dihormati oleh masyarakat di Lombok. Bagi masyarakat setempat, Gunung Rinjani diyakini sebagai pusat kosmos dan simbol spiritualitas. Mereka percaya bahwa keharmonisan kehidupan, serta kelestarian dan keseimbangan lingkungan berpusat pada Gunung Rinjani.


Jalur Pendakian Menantang
Setiap tahunnya Gunung Rinjani tak pernah sepi pendaki. Puncak Gunung Rinjani menjadi tujuan paling diincar. Pendakian ke Puncak Gunung Rinjani normalnya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari. Untuk sampai di Puncak Gunung Rinjani, kita bisa memilih 3 alternatif rute, yaitu jalur pendakian via Sembalun, jalur pendakian via Senaru, atau jalur pendakian via Torean.

Dari ketiga jalur tersebut, jalur yang paling sering digunakan ialah jalur via Sembalun dan Senaru. Kebanyakan pendaki biasanya memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian melalui jalur Senaru.

Di awal pendakian hingga pos 2 jalurnya landai, kemudian sedikit menanjak. Kita akan melewati Padang Savana Sembalun Lawang yang sangat luas. Rerumputan yang tumbuh di padang savana ini tingginya bisa mencapai 1,5 meter. Sesekali akan ditemui pepohonan rimbun yang bisa digunakan untuk berteduh sambil istirahat sejenak. Namun sepanjang jalur ini kita perlu bersiap dengan udara yang akan sangat panas menyengat.

Selepas pos 2 menuju pos terakhir Plawangan, jaraknya lumayan jauh, ditambah jalur yang lebih menanjak. Medannya berupa tanah padat bercampur batu-batu besar. Udaranya tetap tidak kalah menyengat dan berdebu. Dari pos Plawangan, puncak Gunung Rinjani sudah semakin dekat. Namun jalurnya jauh lebih menantang. Biasanya jalur ini ditempuh saat dini hari. Di jalur yang berkelok, medannya berupa pasir yang lebih padat. Belum lagi angin berhembus lebih kencang dan sangat dingin.


Suguhan Pemandangan Eksotis
Walaupun melelahkan, tetapi sepanjang pendakian akan ditemui suguhan pemandangan alam yang memukau. Inilah alasan mengapa pendakian ke Gunung Rinjani sangat diminati. Tak hanya hamparan hijau padang savana berlatar gagahnya Gunung Rinjani, ada pula kaldera yang sangat luas dengan Danau Segara Anak yang nampak melingkar berwarna kebiruan. Pemandangan cantik Segara Anak bisa disaksikan saat tiba di pos terakhir Plawangan. Di tengah Segara Anak terlihat anak Gunung Rinjani, yaitu Gunung Baru Jari. Tak berbeda dengan induknya, Gunung Baru Jari ini juga berstatus sebagai gunung berapi yang masih aktif, loh.

Saat menuju puncak Gunung Rinjani, pemandangan bebatuan ala lereng Gunung Rinjani menjadi suguhan yang tak kalah indah. Tentunya kombinasi bunga edelweiss nan cantik berpadu dengan Segara Anak akan semakin menambah eksotisnya pemandangan di jalur menuju puncak Gunung Rinjani.

Menarik bukan? Makanya tak heran Gunung Rinjani menjadi primadona para pendaki lokal maupun mancanegara.