Lokasi Foto Berlatar Desa Pelangi di Kampung Bugis

Kampung Bugis merupakan satu dari 10 kampung warna-warni yang ada di Indonesa. Jika berkunjung ke sini, Sobat Pesona cuma perlu satu hal, kamera. Lokasi ini memang sangat menarik untuk disajikan lokasi foto.

Potensi wisata Kampung Bugis di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, berasal dari keinginan warga setempat untuk menjadikan daerahnya layak dikunjungi. Daerah yang dulunya terkesan kumuh dan tak terawat ini disulap menjadi Kampung Pelangi yang mampu menarik wisatawan.

Pemerintah mengajak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kelurahan Bugis untuk menata spot foto dan rumah warga menjadi menarik. Dalam sekejap, rumah-rumah warga mulai dicat dengan aneka warna sehingga amat menarik siapapun yang melihatnya. Perubahan yang dilakukan bersama-sama ini menjadikan Kampung Bugis sebagai Center of The Tanjung Pinang.

Kampung Bugis memiliki Desa Pelangi yang termasuk dalam satu dari sekitar 10 kampung warna-warni yang ada di Indonesa. Jika berkunjung ke sini, Sobat Pesona cuma perlu satu hal, kamera. Lokasi ini memang sangat menarik untuk dijadikan spot foto. Warna-warna yang cerah bersatu padu dengan keramahan warga lokal dapat membuat kita tak ingin pulang.

Kampung Bugis juga berdekatan dengan beberapa lokasi wisata lain. Jadi, usai ber-selfie ria di sini, Sobat Pesona bisa langsung melanjutkan berwisata ke lokasi-lokasi tersebut. Lokasi pertama adalah Kolong Langit. Di sini terdapat spot foto berbentuk pintu kayu yang seolah-olah mengarah ke langit dengan latar belakang pegunungan hijau.

Ada beberapa pintu yang dijadikan spot foto di Kolong Langit. Salah satu yang populer adalah pintu dengan bentuk segitiga yang terbuat dari kayu-kayu yang disusun.

Sobat Pesona juga bisa menyusuri Kampung Bugis dengan menggunakan sampan. Awalnya, sampan merupakan merupakan salah satu transportasi warga. Biasanya warga menggunakan sampan untuk menyeberang dari Kampung Bugis ke Tanjung Pinang. Kini, sampan juga difungsikan untuk mengangkut wisatawan berkeliling di sekitar perairan Kampung Bugis selama 20 menit.

Lapar ketika jalan-jalan? Jangan khawatir. Di Kampung Bugis menyediakan makanan dan minuman. Warung-warung ini dikelola sendiri oleh warga dan juga ditata semenarik mungkin agar sesuai dengan rumah-rumah di sekelilingnya.

Pengelola berencana untuk menambahkan spot foto, venue, dan pernak-pernik lainnya agar Kampung Bugi semakin cantik. Rencananya sampan juga akan dicat warna-warni agar lebih menarik.

Dengan dibangunnya Kampung Bugis, pemerintah dan warga telah memperbaiki perekonomian mereka lewat bidang pariwisata. Jadi, dukung terus wisata lokal, ya!