Fakta-Fakta Menarik dari Gereja Katedral Jakarta

Banyak sejarah dan fakta menarik dari Gereja Katedral. Berikut ini Pesona Travel berikan beberapa fakta tentang Katedral yang mungkin belum kamu ketahui. Ternyata di dalamnya terdapat sebuah museum yang menyimpan benda-benda penuh sejarah, loh!

Gereja Katedral yang kini sudah berusia lebih dari 100 tahun ini bukan hanya dikenal sebagai tempat ibadah saja. Tapi Katedral juga telah ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Banyak sejarah dan fakta menarik dari Gereja Katedral.

Berikut ini Pesona Travel berikan beberapa fakta tentang Katedral yang mungkin belum kamu ketahui:


Nama Asli
Gereja Katedral diresmikan pada Februari 1810. Nama resmi dari gereja ini adalah Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga. Atau dalam bahasa Belanda disebut juga dengan De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming. Namun, pada 1890 gereja Katedral sempat runtuh, karena mengalami kebarakan yang cukup hebat. Saat itu, aktivitas beribadahan dilakukan di garasi kereta kuda di sisi lain gereja. Setelah dibangun kembali, gereja ini diresmikan pada tahun 1901, dan diberkati pada 21 April 1901.


Tiga Menara Utama
Bangunan gereja dibuat meyerupai salib, dengan luas sekitar 35 meter dan lebarnya 17 meter. Gereja ini memiliki 3 menara utama, masing-masing menara mempunyai nama: Menara Benteng Daud, Menara Gading, dan Menara Angelus Dei. Setiap menara juga punya tinggi yang berbeda. Menara Benteng Daud dan Menara Gading punya tinggi 60 meter. Sedangkan Menara Angelus Dei punya tinggi 45 meter.


Lonceng di Menara
Ada 3 lonceng yang ditempatkan di menara Gereja Katedral. Lonceng tersebut dihadiahkan oleh Clemens George Marie van Arcken. Sedangkan pada Menara Gading terdapat lonceng yang lebih kecil dan disumbangkan oleh Chasse. Sedangkan lonceng terbesar yang dinamakan Wilhelmus merupakan hadiah dari J.H. de Wit. Lonceng ini berbunyi tiga kali dalam sehari.


Museum Katedral
Museum ini diresmikan pada tanggal 28 April 1991 oleh Mgr Julius Darmaatmadja. Pembuatan museum Katedral diprakarsai oleh pastor kepala Katedral pada waktu itu, yaitu Pater Rudolf Kurris. Menurutnya, benda-benda bersejarah itu dapat membangkitkan rasa kagum terhadap masa lampau, dan keinginannya menyalurkan pengetahuan dari generasi ke generasi.

Museum Katedral ini berada di ruang balkon Katedral. Museum Katedral buka hampir setiap hari, kecuali hari Jumat, dan pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk, namun harus mengisi buku tamu terlebih dahulu.


Dikunjungi Paus
Di bagian halaman depan gereja terdapat patung Kristus Raja, dan di bagian samping terdapat patung Bunda Maria yang mirip dengan patung Bunda Maria yang berada di Lourdes, Prancis. O, iya, paling tidak, tercatat dua Paus yang pernah mengunjungi Gereja Katedral. Mereka adalah Paus Paulus VI tahun 1970 dan Paus Johanes Paulus II tahun 1989.