Anggi Giji dan Anggi Gida, Pasangan Elok di Pegunungan Arfak

Masyarakat Arfak meyakini Danau Anggi Giji dan Anggi Gida sebagai perwujudan laki-laki dan perempuan. Terhampar di tengah sejuknya pegunungan Arfak, satu berwarna hitam pekat, satu lagi cantik menawan dengan pasir putih dan air biru kehijauan.

Danau Anggi Gida dan Anggi Giji berada di tengah hamparan rumput dan bukit-bukit hijau Pegunungan Arfak, di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Perjalanan menuju danau ini memang tak mudah. Jalan yang hanya bisa dilewati mobil berpenggerak empat roda, kawasan rawan longsok, di tengah daerah minim sinyal, apalagi internet. Tapi justru karen ini semua, kita bisa menikmati pengalaman sepenuhnya kembali dan menyatu ke alam.

Nenek moyang masyarakat Arfak meyakini Anggi Gida dan Anggi Giji berasal dari sepasang pemburu. Mereka putus asa karena tidak kunjung menemukan buruan. Lalu, mereka berjumpa ular besar, tanpa mengetahui bahwa ular ini adalah hewan keramat.

Saat dipotong tubuh ular terus menyambung lagi dan tak kunjung mati. Langit kemudian mendung dan kilat menyambar-nyambar yang membuat mereka lari terbirit-birit. Di ujung bukit mereka terpisah di dua arah berlawanan. Saat menuruni, mereka tersambar petir dan meninggal. Di tempat meninggalnya mereka kemudian terisi air dan jadilah Anggi Giji dan Anggi Gida.


Danau Laki-Laki dan Perempuan
Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida berada sekitar 100-110 kilometer dari Kota Manokwari, bisa dicapai dalam waktu 4-5 jam. Kita bisa mencapai danau ini lewat jalur Manokwari - Prafi - Menyambouw - Mokwam - Ulong - Susi - Igmbai (Danau Anggi Giji) - Anggi Gida.

Danau Anggi Gida dan Anggi Giji paling cantik dinikmati dari kawasan Bukit Kobrey yang berada di ketinggian 2.050 - 2.100 meter di atas permukaan laut. Dari sini pemandangan danau terlihat sempurna, dengan hamparan punggung-punggung bukit Pegunungan Arfak, rawa, dan sejumlah kampung di sekelilingnya. Seperti Kampung Bamaha, Kampung Sororei, Kampung Kostera, Kampung Iraweri, dan Anggi.

Danau Anggi Giji berada di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan Danau Anggi Gida berada di ketinggian sekitar 1.750 mdpl. Suhu udara rata-rata di kawasan danau ini sekitar 18 derajat celcius pada siang hari. Suasananya sepi dan tenang, menjadi terapi yang menenangkan bagi penunjungnya.

Danau Anggi Gida dan Anggi Giji dikenal sebagai danau yang memiliki kelamin. Masyarakat setempat meyakini Danau Anggi Gida disebut sebagai danau perempuan, sementara Danau Anggi Giji dikenal sebagai danau laki-laki. Nama Anggi berasal dari Bahasa Suku Sougb, yakni Ameninggwi yang berarti danau. Disebut Ameninggwi Ligiji yang artinya danau laki-laki, dan Ameninggwi Ligida berarti danau perempuan.

Lalu, apa bedanya Anggi Giji dan Anggi Gida?

Anggi Giji berada di wilayah Distrik Anggi, Sururey, dan Taige. Bentuk danau Anggi Giji menyerupai alat kelamin laki-laki. Di sini terdapat pulau bergerak dan warna airnya hitam pekat seperti laki-laki. Sudut-sudut pantai danau Anggi Giji berpasir coklat. Dari kejauhan air berwarna biru, tapi dari dekat agak kehitaman karena dasar danaunya adalah lumpur.

Sedangkan Anggi Gida, dihuni Suku Sougb, memiliki beberapa sudut pantai berpasir putih. Bentuknya menyerupai alat kelamin perempuan dengan perairan menawan. Airnya berwarna gradasi biru muda dan toska. Karena airnya yang cantik ini, Anggi Gida diibaratkan seperti wanita.

Tak puas hanya dengan memandangi panorama cantik? Jangan khawatir, kita juga bisa berkeliling danau dengan menyewa perahu milik masyarakat setempat. Di Danau Anggi Gida, pengunjung bahkan bisa menikmati pasir putih dan segarnya berenang di tengah danau.