Brown Canyon, Kemegahan Tebing dan Tonggak Batu Gersang

Sejak beberapa tahun terakhir lokasi ini menjadi salah satu lokasi wisata populer karena keunikan bentang alamnya. Brown Canyon, ibarat studio alam yang megah. Berfoto di antara batu-batu besar yang menjulang merupakan aktivitas utama pengunjung Brown Canyon.

Di Semarang, kita bisa menemukan kawasan dengan kontur tanah coklat, dengan batuan dan tebing curam, Brown Canyon. Tak seperti Grand Canyon di Amerika yang terbentuk karena proses alam, Brown Canyon adalah bekas penambangan tanah di Meteseh, Tembalang, Semarang. Sejak beberapa tahun terakhir lokasi ini menjadi salah satu lokasi wisata populer karena keunikan bentang alamnya.

Brown Canyon berada sekitar 2 km dari pusat kota Semarang, tak jauh dari Stasiun TVRI di kawasan Pucang Gading Mranggen. Kawasan bekas proyek galian tambang ini berusia lebih dari 10 tahun, awalnya jadi lokasi hits di kalangan pencinta fotografi. Tebing - tebingnya yang menjulang tinggi menghasilkan pemandangan yang sangat menarik, terlebih di hari cerah atau saat matahari terbenam.


Studio Alam Pehobi Fotografi
Begitu memasuki area Brown Canyon, kita akan disuguhi hamparan bukit dan tebing kecoklatan, dengan hiasan satu atau dua pohon di atasnya. Inilah daya tarik utama Brown Canyon, ibarat studio foto alam yang megah. Berfoto di antara batu-batu besar yang menjulang merupakan aktivitas utama pengunjung Brown Canyon. Titik yang paling digemari ada di sekitar dua tebing tinggi dengan permukaan dinding rata. Dengan sudut yang tepat, atau lensa lebar, kita bisa mendapatkan foto diri berlatar kemegahan Brown Canyon.

Selain dua tebing tersebut, ada banyak tebing yang lebih besar untuk dipakai berfoto. Dengan kamera berlensa lebar, area gambar di titik tersebut menjadi lebih luas. Tak hanya itu. Batu-batu besar bisa dijadikan pijakan foto sehingga sudut pengambilan gambar bervariasi.

Saat musim kemarau, atmosfernya kering, gersang dengan tanah coklat, mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat. Tapi begitu musim hujan tiba, alamnya pun berubah dan tak kalah menarik. Air hujan akan mengisi cekungan-cekungan bekas galian tambang, membentuk sebuah kolam yang lumayan luas. Kolam Brown Canyon merupakan salah satu daya tarik kawasan tambang ini. Bentuk tepiannya memanjang, biasanya menjadi spot yang dipadati pengunjung.

Brown Canyon sebenarnya hingga kini masih aktif menjadi kawasan tambang. Saat terbaik untuk menikmatinya, tentu saja di luar jam sibuk aktivitas penambangan. Bagi pehobi fotografi, atau hobi difoto, Brown Canyon akan memberikan hasil foto yang istimewa. Apalagi bila kita beruntung saat cuaca cerah.

Datanglah pagi-pagi benar saat matahari baru terbit, atau sore menjelang matahari terbenam. Sore hari merupakan waktu terbaik untuk mengunjungi Brown Canyon. Pekerja sudah berhenti bekerja, truk-truk pengangkut hasil tambang pun sudah tak lagi wara-wiri. Sehingga kita bisa menikmati eksotiknya matahari tenggelam di balik tonggak-tonggak dan tebing curam Brown Canyon.

Ohya, kalau datang saat musim kemarau, jangan lupa bawa masker agar terhindar dari debu aktivitas penambangan.