Gunung Batu Jonggol Bukan untuk Pendaki Pemula

Walaupun terlihat tidak terlalu tinggi, tapi jangan tanya betapa sulitnya untuk melihat keindahan Gunung Batu Jonggol dari ketinggian. Jalur pendakian Batu Jonggol sangatlah sulit. Makanya gunung ini tidak disarankan untuk pendaki pemula.

Gunung yang satu ini mungkin belum begitu populer di kalangan pendaki. Mungkin karena tinggi Gunung Batu Jonggol yang tidak begitu tinggi. Gunung ini memiliki tinggi sekitar 875 mdpl. Kalau melihat bentuknya, sekilas hanya seperti sebuah bukit kecil saja. Gunung Batu Jonggol terdapat di Desa Sukaharja, Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat.

Walapun tidak terlalu tinggi, tapi jangan menganggap remeh Gunung Batu Jonggol ini. Banyak pendaki bilang gunung ini kecil-kecil cabai rawit. Pendakian gunung ini dimulai dari ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut.

Pendakian menuju puncak termasuk rumit, karena memiliki jalan sempit dengan batu-batu sebagai pijakannya. Di sekelilingnya jalan banyak yang terhalang ilalang, yang tetap berada di sisi jurang. Oleh karena itu, di awal pendakian ada papan bertuliskan “Berdoa sebelum mendaki dan Dilarang bercanda saat di puncak”.

Dari tengah jalur pendakian juga ada area perkemahan yang berjarak sekitar 30 menit dari titik awal pendakian. Area kemah cukup landai dengan beberapa pohon rindang di sekelilingnya. Areanya tidak terlalu besar dengan kapasitas sekitar 3-5 tenda yang bisa berkemah di sini. Area ini cukup bersih dan tak ada sampah berserakan. Di area ini cukup banyak monyet ekor panjang, jadi bagi yang ingin berkemah, perhatikan barang-barang dan tenda selalu tertutup, ya!

Dari area kemah titik puncak sudah bisa kita lihat. Jaraknya pun terasa tidak terlalu jauh. Namun di sinilah medan semakin sulit. Karena untuk mencapai puncak kita harus mendaki dengan ekstra, dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat. Bahkan saat mendekati titik puncak, kemiringan bisa mencapai 90 derajat, loh. Ditambah, dengan alas pijakan berupa batu berpasir yang agak licin. Makanya di sini disediakan tali sebagai pegangan kita untuk mencapai puncak.

Di titik inilah diperlukan fokus dan ketelitian. Mengingat papan peringatan di titik awal pendakian: “Jangan Bercanda saat di Puncak”, mungkin inilah yang dimaksud. Karena memang medannya sangat berbahaya.

Kondisi di puncak hanya berupa jalan setapak dengan jurang di kanan-kirinya. Kita harus ekstra hati-hati jika ingin mengambil foto, jangan sampai membahayakan diri kita. Tingginya ilalang di sisi jalur setapak kadang mengaburkan kondisi jalan dan tebing yang mengarah ke jurang.

Mengingat medannya yang cukup sulit. Gunung Batu Jonggol ini tidak disarankan untuk pendaki pemula. Kalaupun penasaran, disarankan untuk didampingi pendaki yang sudah profesional.

Jadi, julukan kecil-kecil cabai rawit untuk Gunung Batu Jonggol ini bukan tanpa sebab, bukan?