Paduan Indah Hijaunya Padang Rumput dan Birunya Laut di Bukit Merese

Perpaduan warna hijaunya padang rumput dengan birunya air laut membuat hati begitu tenang dan bahagia.

Letaknya tak jauh dari Tanjung Aan yang terkenal itu. Bukit Merese bisa ditempuh dalam waktu dua jam dari kota Mataram. Banyak yang menyarankan untuk mengunjungi bukit ini lebih dulu begitu tiba di Lombok, terutama jika kita menggunakan moda transportasi udara.

Sebelum wisatawan mengenalnya dengan nama Bukit Merese, bukit ini tidak memiliki nama. Wisatawan hanya tahu ada bukit indah di dekat Tanjung Aan yang biasa dijadikan tempat singgah sebelum pulang kembali ke penginapan.

Baru beberapa tahun belakangan ini bukit itu dinamakan Merese, sesuai dengan nama desa terdekatnya.

Bukit Merese memiliki lahan yang cukup luas untuk dieksplorasi. Jadi, sangat disarankan untuk menyambangi setiap sisi bukit tersebut. Apa gerangan? Sebab tiap sisi memiliki keindahannya yang unik.

Ada satu sisi bukit yang dipenuhi rerumputan hijau yang sangat nikmat untuk dibuat alas merebahkan badan sambil menikmati angin pantai yang sepoi-sepoi. Sisi lainnya menghadirkan pemandangan lekukan laut yang dipenuhi batu karang. Lekukan ini terlihat sangat cantik.

Di sisi lain Bukit Merese juga terdapat lahan yang datar dan ditumbuhi sebuah pohon yang cukup rindang. Pohon itu kerap disebut “Pohon Galau” lantaran ia berdiri sendiri di pinggir bukit. Duduk-duduk di bawah pohon ini benar-benar membuat betah.

Menurut penuturan warga sekitar, sebenarnya pohon ini sengaja ditanam untuk keperluan produksi sebuah film. Namun begitu produksi film selesai, tim produksi tidak mencabut pohon tersebut. Tak heran jika si Pohon Galau menjadi landmark Bukit Merese dan kerap dijadikan objek foto.

Kapan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Bukit Merese? Pada dasarnya, kita bisa datang kapanpun karena setiap hari bukit ini memang cantik. Namun, ada baiknya jika kita datang saat musim kemarau agar perjalanan menuju puncak bukit tidak terhalang hujan.

Selain itu, bagi penggemar mentari, datanglah di pagi hari sekitar pukul 05.00 WITA, atau di kala senja. Sebab, salah satu keunggulan Bukit Merese adalah pesona matahari saat terbit dan tenggelam yang amat romantis.

Jangan lupa untuk membawa bekal makan dan minum yang cukup. Sebab, di tempat ini nyaris tidak ditemukan penjaja makanan dan minuman. Tapi jangan lupa juga untuk membawa seluruh bungkus makanan dan minuman kembali agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Jika kita memiliki waktu yang cukup senggang, kunjungi juga Tanjung Bongo yang terletak sangat dekat dengan bukit. Cukup berjalan kaki sekitar 15 menit.

Tanjung Bongo adalah sebuah pantai yang tersembunyi. Kita bisa menemukan air lautnya yang luar biasa jernih, seperti air di kolam berenang.