Samosir Tawarkan Penginapan Tepian Danau Toba untuk Keluarga

Secara fasilitas, penginapan seperti Batu Hoda Beach memang banyak bertumbuh di sekitar Simanindo hingga Tuktuk. Terdapat 6 kamar dengan tarif Rp400 ribu per malamnya.

"Horeee...aku dapat...aku dapaaat," teriak seorang anak lelaki. Ia mengungkapkan kegembiraannya karena berhasil menangkap seekor ikan kecil. Ia bersama seorang anak lelaki sebayanya sedang asyik bermain di Danau Toba pagi itu.

Ya, dua anak lelaki berusia sekitar 11 tahun sedang asyik bermain di tepian perairan Batu Hoda Beach, Simanindo, Danau Toba, Kabupaten Samosir. Sembari mandi di air yang sejuk, mereka juga mencoba menangkap ikan danau yang berada di bebatuan dengan menggunakan tangan.

Ezzi dan Izza adalah sepasang kembar. Mereka datang ke Samosir menghabiskan waktu liburan yang tinggal sehari lagi. "Sama mama, papa dan abang," sahut Izza yang ditemui Minggu (9/6) pagi.

Suasana penginapan yang asri dengan lapangan luas itu masih terlihat sepi dari pengunjung. Namun, dalam hitungan menit, lapangan tersebut sudah disesaki mobil pengunjung. Para pengunjung yang umumnya berasal dari Kota Medan, Tanah Karo dan daerah lainnya yang memanfaatkan hari libur terakhir.

Umumnya mereka tidak menginap, tapi berangkat dari Medan atau Tanahkaro pada dini hari. Sehingga sekitar pukul 10.00 WIB mereka telah tiba di pulau Samosir. "Lumayan lah, bang. Butuh sekitar 5 jam sampai kemari," aku seorang pengunjung.

Batu Hoda Beach adalah salah satu penginapan di Kecamatan Simanindo, Samosir. Pagi itu, tampak keramaian di penginapan 6 kamar dengan tarif Rp400 ribu per malam ini. "Kita penuh sejak lebaran pertama hingga hari ini," jelas Ombang Siboro, pemilik Batu Hoda Beach.

Secara fasilitas, penginapan seperti Batu Hoda Beach memang banyak bertumbuh di sekitar Simanindo hingga Tuktuk. Tapi, pada liburan panjang seperti ini biasanya penginapan akan penuh. Itu sebabnya banyak pengunjung memilih tidak menginap dan memilih pulang pergi dalam sehari.

Pertarungan antara penginapan juga cukup tinggi. Tidak hanya fasilitas dan pelayanan saja. Tapi juga ketersediaan lokasi mandi yang aman dan nyaman. "Kita beruntung karena garis pantai danau kita panjang dan landai. Sehingga banyak pengunjung yang datang bersama keluarga khusus untuk bermain di danau," tambah Ombang yang mantan Kadis Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Samosir ini.

Pemerintah Kabupaten Samosir memang terus menggiatkan sektor pariwisata Samosir. "Tahun 2019 ini, kita menargetkan menerima kunjungan wisatawan sebanyak 500.000 kunjungan," ungkap Plt Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Samosir, Daulat Nainggolan.

Untuk itu, Pemkab Samosir telah menggelar 8 event tahunan tetap. Dari mulai Samosir Sigale-Gale Carnaval, Samosir World Music, Naposong Bulung dan lain sebagainya. Sehingga popularitas Danau Toba tidak hanya mengandalkan alam semata, tapi juga kekuatan potensi budaya lokalnya. "Contohnya ulos. Kain tenun asli Batak ini kan sudah mendunia sehingga potensi lainnya juga harus dipromosikan," imbuh Daulat.