Wisata Kota Tua, Destinasi Pusat Kota yang Semakin Indah

Kota Tua kini menjadi destinasi bagi para wisatawan.Proses pembenahan agar lokasi wisata ini semakin menarik terus dilakukan agar semakin cantik dan lebih memikat.

Sejak beberapa tahun lalu hingga detik ini, Kota Tua Jakarta selalu bebenah. Mengenal Kota dengan bangunan tua yang nyaris rubuh berganti dengan kota tua yang tertata rapih. Kini, Kota Tua terlihat semakin rapi. Gedung-gedung yang tadinya terbengkalai mulai direnovasi. Prosesnya memang membutuhkan waktu, tetapi Kota Tua membutuhkan rencana jangka panjang yang sesuai. Berikut adalah beberapa pojokan fotogenik Kota Tua yang saya ambil menggunakan kamera ponsel.

1. Toko Merah
Sedikit mengenal bangunan berwarna merah, Toko Merah adalah peninggalan kolonial Belanda yang terletak di tepi barat Kali Besar, Kota Tua Jakarta. Dibangun tahun 1730 dan merupakan salah satu bangunan tertua di Jakarta. Nama "Toko Merah" berdasarkan salah satu fungsinya yakni sebagai sebuah toko milik warga Tionghoa, Oey Liauw Kong, sejak pertengahan abad ke-19. Merah didasarkan pada warna tembok depan bangunan yang bercat merah hati langsung pada permukaan batu bata yang tidak diplester.

Konon, ada juga yang mengatakan bahwa nama "Toko Merah" itu diambil dari peristiwa Geger Pacinan yang pada saat itu banyak mayat orang Tionghoa bertebaran di Kali Besar sehingga permukaan air menjadi warna merah. Apapun itu, Toko Merah sangatlah fotogenik.  itulah sebabnya banyak wisatawan berfoto di depan bangunan yang kerap berganti nama itu.

2. Mural
Ada banyak mural yang bisa kalian temukan di Kota Tua. Sebagian dari mural ini dikerjakan oleh seniman jalanan dengan inisiatif dari Alumni ITB Pencinta Kota Tua. Namun, sebagian lagi belum ada catatan yang menjelaskan. Siapa pun yang mengerjakan dan inisiatif, mural-mural itu sangat relevan dan cantik.

3. Alun-Alun Kota Tua
Ada banyak museum di dalam komplek Kota Tua, tetapi alun-alun Kota Tua tetap mempunyai daya tarik sendiri. Apalagi, kini ada seorang pengurus kawasan yang sengaja memelihara merpati untuk dijadikan hiburan para wisatawan.

Terbukti setiap kali mengunjungi alun-alun, banyak warga yang membeli makanan dari bapak pengurus lalu memberi makan merpati. Benar seperti kata pepatah, bahagia itu sederhana. Duduk berjam-jam melihat orang lalu lalang, memberi makan merpati, naik sepeda keliling alun-alun hingga berfoto dengan topi sewaan berwarna-warni. Mereka sudah terlihat bahagia.